| Heckler & Koch UMP |

Sebuah Heckler & Koch UMP45 dengan flash suppressor (peredam suara dan kilat) dan pegangan depan vertikal |
| Tipe |
Pistol mitraliur |
| Negara asal |
Jerman |
| Sejarah pemakaian |
| Digunakan oleh |
Lihat Pemakai |
| Sejarah produksi |
| Tahun |
1990an |
| Produsen |
Heckler & Koch |
| Diproduksi |
1999-sekarang |
| Varian |
UMP45, UMP40 dan UMP9 |
| Spesifikasi |
| Berat |
2.3 kg tanpa magazen (UMP45)
2.1 kg tanpa magazen (UMP40, UMP9)
|
| Panjang |
450 mm popor ditutup
690 mm popor dibuka
|
| Panjang laras |
200 mm |
| Tinggi |
324 mm dengan magazen (UMP45) |
|
| Peluru |
.45 ACP (UMP45)
.40 S&W (UMP40)
9 x 19 mm Parabellum (UMP9) |
| Mekanisme |
Blowback, bolt tertutup |
| Rata² tembakan |
650 butir/min untuk UMP40 dan UMP9
600 butir/min untuk UMP45
|
| Jarak efektif |
100 m (9 mm Parabellum, .40 S&W),
50 m (.45 ACP)
|
| Amunisi |
Magazen box isi 25 butir (UMP45),
Magazen box isi 30 butir (UMP40, UMP9)
|
| Alat bidik |
Bidikan besi di belakang, bidikan cicin di ujung laras[1] |
Pistol mitraliur
UMP dalam
bahasa Jerman berarti
Universale Maschinenpistole, atau "Universal Machine Pistol" dalam
bahasa Inggris atau dapat diartikan "Pistol Mesin Universal" dalam
bahasa Indonesia, adalah
pistol mitraliur yang dikembangkan dan dibuat oleh
Heckler & Koch. Heckler & Koch mengembangkan UMP sebagai penerus dari pistol mitraliur
MP5, baik UMP maupun MP5 masih diproduksi sampai sekarang.
[2]
Detail desain
Pistol ini merupakan pistol mitraliur yang menggunakan sistem
blowback, yang menembakan peluru menggunakan
bolt tertutup.
[3]. Desain awal dari senjata ini adalah untuk dapat memakai peluru
berkaliber yang lebih besar dari pistol mitraliur pada umumnya sebagai contoh
MP5, hal ini dilakukan untuk mendapatkan daya
stopping power
(daya penetrasi) yang lebih besar pada sasaran "telanjang" dengan
konsekuensi pengurangan jarak tembak jika dibandingkan dengan pistol
mitraliur MP5 yang menggunakan peluru
9 x 19 mm. Peluru yang lebih besar menyebabkan
recoil yang lebih besar pula pada mode tembak
full otamatis.
Untuk mengatasi hal ini, kecepatan rata-rata tembakan dikurangi menjadi
650 peluru/menit (600 peluru/menit untuk UMP45), menjadikan senjata ini
salah satu pistol mitraliur dengan kecepatan tembak yang rendah di
pasaran.
Pistol mitraliur
UMP9 (seri UMP yang menggunakan peluru 9 x 19 mm) memiliki berat 0,45 kg, lebih ringan dari MP5. Bahan
polimer dipilih untuk mengurangi berat dan daya tahan bagian-bagian senjata dari
korosi.
Pistol mitraliur UMP mempunyai empat mode tembak yaitu semi otomatis,
2-round burst,
full otomatis dan mode aman (
safe settings).
Popor lipat samping ke kanan memudahkannya pada aktivitas mobilitas
yang tinggi. Pada saat peluru terakhir habis dalam magazen, pengunci
bolt
otomatis terbuka dan dapat dilepas melalui pengunci pada samping kiri
senjata. Bidikan standar menggunakan bidikan besi tetap (tipe bidikan
aperture) pada bagian belakang dan bidikan bentuk cincin di bagian depan laras senjata. Senjata ini dapat dipasang empat
picatinny rail (dudukan) untuk aksesoris pada bagian atas
laras, kiri dan kanan juga bagian bawah laras, biasanya dudukan ini dipakai untuk memasang bidikan
optik, senter, atau bidikan
laser.
Pegangan vertikal dapat dipasang dibagian bawah laras untuk
meningkatkan kendali dan stabilitas pada saat menggunakan senjata pada
mode
burst dan otomatis.
Varian
Ada tiga varian dari UMP ini yaitu
UMP45 menggunakan peluru
.45 ACP;
UMP40, menggunakan peluru
.40 S&W; dan
UMP9 menggunakan peluru
9 x 19 mm Parabellum. Perbedaan lain selain dari tipe peluru yang dipakai adalah pada bentuk dari
magazen
yang digunakan, tipe UMP9 menggunakan magazen dengan bentuk melengkung,
sedangkan UMP40 dan UMP45 menggunakan magazen lurus. Ketiga jenis UMP
ini dapat dimodifaksi agar dapat menggunakan ketiga jenis peluru diatas
dengan cara mengganti
bolt,
barrel, dan tentu saja magazen.
Senjata ini dibuat pula versi khusus semi otomatis yang dinamakan
USC (
Universal Self loading Carbine), pistol ini dapat dimiliki oleh
sipil sebagai alat perlindungan diri atau dipakai dalam olah raga menembak
[4]. Desain dari versi ini mengikuti standardisasi AWB (
Federal Assault Weapons Ban) tahun
1994[5]. Beberapa perbedaan USC berbanding UMP antara lain penambahan pelindung pegangan (
grip)
dibagian belakang pegangan standar, laras yang lebih panjang, magazen
yang hanya dapat diisi 10 butir peluru, dan mode tembak semi otomatis
saja. Pada awal pemasarannya senjata ini tersedia dalam warna
abu-abu, tetapi pada awal tahun
2007 senjata ini hanya dipasarkan dengan warna hitam.
Pemakai
Petugas
U.S. Customs and Border Protection dilengkapi dengan UMP.