Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label INFO SENJATA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label INFO SENJATA. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Mei 2023

Tank Amerika Saat Ini, M1A2 Abrams

 


Tank Amerika telah menjadi simbol kekuatan militer negara tersebut selama beberapa dekade. Saat ini, tank Amerika terbaru adalah M1A2 Abrams, yang diperkenalkan pada tahun 1980-an dan telah mengalami berbagai upgrade sejak saat itu.

Tank Negara Rusia Saat Ini, Tank T-14 Armata

 


Tank Rusia adalah kendaraan tempur utama (KTP) yang menjadi salah satu andalan pasukan militer Rusia. Sejak Perang Dunia II, tank Rusia telah menjadi simbol kekuatan militer dan teknologi canggih negara tersebut.

Pada saat ini, tank Rusia terbaru adalah T-14 Armata, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2015. T-14 Armata menggunakan teknologi canggih dan modern dalam sistem senjata dan perlindungan, termasuk penggunaan baja reaktif dan sistem pertahanan aktif.

Minggu, 16 April 2023

Luar Biasa..!! Filipina Beli 6 Pesawat Buatan Indonesia

JAKARTA - Departemen Pertahanan Nasional Filipina dan PT Dirgantara Indonesia menandatangani kontrak pengadaan enam unit pesawat NC212i dan suku cadangnya, yang diperuntukkan bagi Angkatan Udara Filipina.


 

Rabu, 26 April 2017

PM2-V2 Kal. 9 mm


PM 2 PINDAD adalah senapan mesin versi militer. PM2 beroperasi menggunakan prinsip blow back. Laras ditempa dengan palu dingin dan permukaan halus, sumbu yang rendah mengakibatkan flip kurang moncong dan membantu kedua tembakan ganda yaitu kecepatan dan akurasi.

Jumat, 02 Desember 2016

Presiden Israel Tolak RUU Soal Adzan

Presiden Israel Reuven Rivlin menyatakan menolak rancangan undang-undangan (RUU) untuk melarang atau membatasi adzan di wilayah Israel dan wilayah pendudukan. Rivlin menilai, jika RUU itu disahkan, maka menjadi aib bagi Israel.

Berbicara saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin agama di Israel, Rivlin mengatakan, munculnya RUU itu sudah menjadi sebuah kesalahan. Sebab, dalam pandanganya hal semacam ini tidak perlu untuk dibahas, terlebih dijadikan undang-undang,memang ada-ada saja negara satu ini.

Rivlin mengatakan, pertemuan itu diadakan untuk menjembatani kesenjangan atas masalah yang menjadi pokok undang-undang itu. Dalam pertemuan itu dia menuturkan, undang-undangan harusnya tidak menyentuh pada isu kebebasan beragama.

"Saya berpikir mungkin pertemuan semacam ini bisa berdampak pada seluruh masyarakat, dan akan menjadi memalukan jika hukum dilahirkan untuk menyentuh isu kebebasan beragama dari kelompok tertentu di antara kita," kata Rivlin, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (30/11).Tujuan nyata dari RUU ini adalah bukan untuk mencegah kebisingan, melainkan untuk menciptakan suara yang akan merugikan semua masyarakat dan upaya untuk membangun realitas antara Yahudi dan Arab," kata seorang pejabat Institut Demokrasi Israel, Nasreen Hadad Haj-Yahya.

sepatutnya sebagai umat yang beragama baik muslim maupun non muslim harusnya saling menghormati satu sama lain agar di setiap negara tidak ada namanya penindasan maupun penistaan agama,intinya HORMATI SESAMA & JUNJUNG TINGGI AZAS KEMANUSIAAN (HAM).

semoga artikel ini bisa menambah informasi buat kalian,have a nice day guys....

Jumat, 21 Oktober 2016

Radio-Elektronik Rusia Bisa Nonaktifkan Perangkat Musuh


Prototipe pertama senjata radio-elektronik canggih yang belum ada duanya sukses diuji coba di Rusia, demikian disampaikan perwakilan perusahaan pengembang sistem baru tersebut, Perusahaan Produsen Instrumen gabungan Rusia, pada kantor berita RIA Novosti dalam pameran senjata ArmHiTec 2016 di Yerevan, Armenia, pada Kamis (13/10) lalu.
"Prototipe senjata sudah selesai dibuat dan ia telah membuktikan efisiensinya," kata sang narasumber pada RIA Novosti. "Ini adalah tipe senjata yang benar-benar baru, yang tak memiliki tandingan baik di Rusia maupun di dunia."
Senjata ini dapat menonaktifkan perangkat musuh tanpa menggunakan amunisi konvensional, melainkan dengan bantuan energi yang terarah. "Perangkat ini menerapkan pengaruh fisik tak langsung pada perangkat di pesawat atau drone, menetralisasi senjata presisi," terang perwakilan produsen.
Contoh pertama senjata telah dipamerkan pada September lalu dalam sesi demonstrasi tertutup bagi Kementerian Pertahanan Rusia di sela Forum Army 2016.
Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.
semoga penemuan radio elektronik canggih ini bukan untuk dijadikan bahan perperangan tetapi menjadi bagian dalam misi perdamaian dunia.

Jumat, 06 Februari 2015

SNIPER UNGGULAN

1. MSG – 90
MSG-90
Data Teknis:
Kaliber: 7,62x51mm NATO (STANAG 2310)
Kapasitas megasen: 5 atau 20 butir (detatchable box magazine)
Aksi: semi oomatis (roller-delayed blowback)
Berat kosong: 6,4 kg
Panjang: 1165mm
Panjang laras: 600mm
Jarak tembak efektif: 1000 meter

MSG-90 merupakan senapan runduk militer semi-otomatis yang dirancang oleh Heckler & Koch. MSG-90 merupakan standar untuk “Militärisches Scharfschützen Gewehr” (senapan runduk penembak tepat), angka “90” menandai tahun produksi pertamanya.
Senapan ini merupakan versi militer dari senapan PSG1, keduanya merupakan
kelanjutan dari senapan G3. Kesamaan antara MSG-90 dan PSG1 pada trigger group (3 lb adjustable trigger pull). Popor pada MSG-90 dapat disetel posisi ketinggiannya (cheek), alas bahu (shoulder), dan lebih kecil dan lebih ringan dari popor PSG1. Sistem pembidik menggunakan sistem rel ‘Weaver’ untuk meletakan pembidik senapan. Rel yang serupa digunakan pada senapan seri HK21E, 23E, dan G41. Bobot laras lebih kepada moncongnya untuk membantu keharmonisan kestabilannya untuk meningkatkan akurasinya. Laras semakin panjang dengan adanya tambahan flash suppressor. Senapan ini juga dilengkapi dengan bipod yang dapat disetel ketinggiannya.

Barrett M82

M82
M82A1 afmil.jpg
Barrett M82A1 dilengkapi dengan alat bidik optik AN/PVS-10 day/night.
Tipe Senapan anti materiel
Negara asal  Amerika Serikat
Sejarah pemakaian
Masa penggunaan 1989–sekarang
Digunakan oleh Lihat Pengguna
Sejarah produksi
Perancang Ronnie Barrett
Tahun 1980
Produsen Barrett Firearms Manufacturing
Biaya produksi $8,900[1]
Diproduksi 1982–sekarang
Varian M82A1, M82A1A, M82A1M, M82A2, M82A3, M107
Spesifikasi
Berat 30.9 lb (14.0 kg) (with 29 inch barrel) or 29.7 lb (13.5 kg) (with 20 inch barrel) (M82A1)
Panjang 57 inches (145 cm) (with 29 inch barrel) or 48 inches (122 cm) (with 20 inch barrel) (M82A1)
Panjang laras 29 inches (73.7 cm) or 20 inches (50.8 cm)

Peluru .50 BMG (12.7x99mm NATO) and .416 Barrett
Mekanisme Recoil-operated, rotating bolt
Kecepatan peluru 853 m/s (2,799 ft/s)
Jarak efektif 1,800 m (5,906 ft)
Amunisi Magazen box isi 10 butir
Alat bidik Bidikan besi; MIL-STD-1913 rail untuk alat bidik optik

Minggu, 04 Januari 2015

Menanti Kedatangan Amphibi Baru Marinir BMD-4M 2015 yang bisa berenang dan terbang

tank BMD-4M
BMD-4M, TANK YANG BISA BERENANG DAN TERBANG
Tahun depan akan ada penambahan tank, yakni 54 tank BMD-4M seperti yang disampaikan KASAL Marsetio pada HUT Marinir ke-69 di lapangan tembak Bumi Marinir, Karangpilang Surabaya, 17/11/2014.

Sebenarnya apa istimewanya tank yang diklaim unik dan tank bersenjata paling lengkap di kelasnya ini ?. Keunikan yang pertama tank ini bisa berenang di laut sebagai tank amphibi sehingga cocok dipergunakan oleh pasukan marinir. Yang kedua tank ini bisa diterjunkan dari pesawat sehingga bisa dikirimkan ke medan tempur manapun dengan cepat dan tank ini bisa pula digunakan oleh pasukan lintas udara.

BMD-4M dapat melewati medan air tanpa persiapan khusus. Saat mengapung di atas air, kendaraan ini dapat melaju dengan kecepatan hingga 10 km/jam dan dipacu di jalanan rata dengan kecepatan 70 km/jam dapat mencapai jarak 500 km dengan bahan bakar penuh.

Saat diluncurkan dari pesawat dan mendarat, tank ini dapat langsung operasional dengan persiapan cukup beberapa menit. Dengan lapisan “aluminium diperkeras” yang baru tank ini dapat melindungi awaknya dari senapan ringan dan pecahan peluru artileri.

Tank ini dilengkapi pula dengan suspensi hidropneumatik yang membuat kendaraan ini dapat mengubah ketinggiannya. Dengan suspensi yang fleksibel tank ini dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam pesawat dan dapat dengan mudah pula berkamuflase dalam operasi tempur.

Kepala Perancang BMD-4M Sergey Salnikov menyebutkan kemampuan baru kendaraan ini antara lain penguncian sasaran dan pelacakan, serta cadangan amunisi yang lebih besar. Radius tembakan meningkat hingga tujuh kilometer dengan adanya senapan artileri baru, yang mampu menyerang kendaraan militer ataupun bangunan berbenteng.

Amunisi diisi ulang secara otomatis sehingga mengurangi beban fisik dan fisiologis awak, sementara sistem kendali otomatisnya dapat beroperasi dalam modus pencitraan panas. Senapan artileri 100 mm kendaraan ini dapat menembakkan rudal anti-tank Arkan (PTUR/Protivotankovye Upravlyaemye Snaryady) hampir tanpa suara. Semua karakteristik ini membuat BMD-4M menjadi sistem artileri dan roket gerak otomatis yang multifungsi.

tank BMD-4M
Berikut data teknis Tank BMD-4M
Operasional :             2005
Kru :                             3
Personel :                   5

Dimensi dan berat
Berat :                       13.6 t
Panjang  :                 6.36 m
Panjang Hull :          6.1 m
Lebar :                       3.11 m
Berat  :                       2.45 m

Persenjataan
Kanon :                     100-mm gun, 30-mm
ATGW  :                     Bastion, AT-5 Spandrel
Senapan Mesin :         1 x 7.62-mm, 1 x 5.45-mm
Peluncur Granat :        1 x 40-mm

Mobilitas
Mesin :                         2V-06-2 diesel
Engine power :              450 hp
Kecepatan Maksimal :  70 km/h
Kecepatan Di Air :       10 km/h
Jarak Tempuh :             500 km

tank BMD-4M
BMD-4M ketika diterjunkan dari pesawat
tank BMD-4M

tank BMD-4M

tank BMD-4M

tank BMD-4M

Sumber: Pecinta Alutsista

Gandeng Indonesia, Rusia Kembangkan Peluru BMP Terbaru

BMP-3f Marinir TNI
BMP-3F Marinir TNI
Industri Rusia dan Indonesia tengah mempertimbangkan kemungkinan untuk mengembangkan peluru meriam 100 mm bagi kendaraan tempur infanteri generasi terbaru milik Rusia, BMP.

“Kami berharap dalam waktu dekat dapat memasuki tahap uji coba konstruksi bersama dengan Indonesia. Hal ini terkait dengan rencana pembuatan peluru meriam baru untuk BMP.

Ini benar-benar bidang pekerjaan yang baru bagi institusi kami,” terang perwakilan resmi perusahaan Mechanical Engineering Research Institute (NIMI), salah satu anak perusahaan pemerintah Rusia Rostec, dalam pameran Indo Defence 2014.

“Tahap uji coba konstruksi mencakup pembuatan dokumen teknis grafis dan tertulis peluru meriam baru tersebut yang sesuai dengan spesifikasi dari pihak Indonesia, pembuatan prototip, serta pelaksanaan uji coba,” demikian tertulis dalam siaran pers Kementerian Perdagangan dan Perindustrian Rusia mengutip pernyataan perwakilan NIMI.

Transfer teknologi dan pembuatan pabrik berlisensi di wilayah Indonesia pun bisa menjadi langkah lanjutan yang dapat meningkatkan hubungan kerja sama bilateral. "Pemberian lisensi tersebut akan membantu mempersiapkan kader-kader lokal untuk perindustrian militer Indonesia kelak," ujar perwakilan NIMI tersebut.

BMP-3F adalah kendaraan tempur BMP-3 yang diperuntukan bagi operasi kelautan pasukan marinir, penjaga berbatasan dan garis pantai, pelaksanaan operasi militer di pesisir dan garis pantai, serta pendaratan pasukan amfibi.

BMP-3F dipersenjatai oleh meriam 100 mm, senapan kaliber 30 mm, rudal, dan senapan mesin. BMP dirancang untuk dikendalikan tiga awak dan mengangkut tujuh orang.

Rusia memiliki catatan positif dalam upaya pengembangan senjata bersama dengan negara lain, salah satunya adalah kerja sama perusahaan asal Rusia Bazalt dengan Yordania, yang telah menghasilkan peluncur granat Khoshim.

Selain itu, Rusia juga sukses bekerja sama dengan India dalam proyek pembuatan roket Brahmos. Hal itu tertulis dalam situs resmi Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia. (indonesia.rbth.com)

TNI AD Mengakuisisi K9 Thunder Buatan Korea Selatan

K9 Thunder
K9 Thunder Korea Selatan
ARC (MI) : Jika Amerika Serikat memiliki artileri howitzer swagerak 155mm andalan M109 Paladin, Korea Selatan punya K9, kendaraan artileri swagerak yang tak kalah bagusnya. Pada K9 lah korps Artileri TNI AD melirik dan mempersiapkan akuisisinya. Masa-masa realisasi pembangunan kekuatan TNI yang mengacu kepada MEF (Minimum Essential Force) Renstra I memang sudah hampir paripurna, dengan sebagian besar alutsista yang dipesan sudah mulai berdatangan. Korps Artileri TNI AD sendiri kebagian 37 unit howitzer berbasis truk CAESAR dari Perancis senilai USD 141 juta dan 36 unit sistem artileri roket ASTROS senilai USD 405 juta dari Brasil. Ini berarti Korps Artileri TNI AD bisa memodernisasi dan membentuk 4 batalyon artileri swagerak, diluar sejumlah meriam tarik 105mm Kh-178 dan 155mm Kh-179 yang dibelinya dari Korea Selatan.

Di luar perkiraan, di tengah masa transisi pemerintahan hasil Pemilu 2014, TNI ternyata tak lantas berhenti dan mengambil napas. MEF Renstra 2 yang sudah di ambang pintu perlahan-lahan mulai mengemuka. Alutsista pilihan dan berkualitas kembali disasar untuk menjaga kedaulatan dan meningkatkan wibawa di antara Negara kawasan. Satu yang dilirik untuk semakin memperkuat Korps Artileri TNI AD adalah sistem artileri swagerak berpenggerak roda rantai (tracked). Sistem semacam ini hanya dimiliki oleh sedikit Negara. Yang paling mendominasi, tentu saja adalah M109 Paladin yang begitu laku dan dipergunakan hampir sebagian besar Negara NATO. Inggris memiliki AS90, dan Jerman Barat menggunakan Panzer Haubitze (PzH) 2000.
K9 Thunder
K9 Thunder
Korps Artileri TNI AD memang sangat butuh penyegaran untuk urusan artileri swagerak berbasis roda rantai. Pasalnya, AMX-13 AUF1 105mm yang dimiliki sudah amat terlalu uzur, pabriknya sudah bangkrut, dan suku cadangnya sudah tak lagi tersedia di pasaran. Untuk mendukung manuver gabungan dengan Kavaleri yang sudah dilengkapi MBT Leopard 2A4 dan Infantri mekanis yang sudah menggunakan Marder 1A3 dan Anoa sudah pasti kepayahan. Apalagi jarak jangkau meriamnya semakin terbatas.

Namun begitu, pemilihan kandidat sistem artileri swagerak harus dilakukan dengan sejumlah pertimbangan yang benar-benar matang. Soal pertama, apalagi kalau bukan hantu embargo di medio 1990an dan awal millennium baru. Jangan sampai alutsista berharga mahal harus mangkrak karena kelangkaan suku cadang, atau tidak bisa digunakan karena larangan Negara produsennya. Kedua, sistem yang dibeli tentu saja harus kompatibel dengan segala jenis munisi yang dipergunakan Korps Artileri TNI AD sendiri, mengingat TNI AD menggunakan amunisi yang berbeda-beda Negara produsennya walaupun kalibernya sama.

Yang terakhir, TNI AD tentu mengutamakan keseimbangan. Walaupun pemerintahan lalu percaya pada jargon kosong diplomasi zero enemy thousand friends, kenyataannya situasi geopolitik seringkali memaksa keberpihakan karena keadaan. Apabila kemudian keberpihakan tersebut dapat menimbulkan implikasi negatif bagi postur pertahanan Indonesia, TNI harus siap. Pengadaan alutsista dari multi Negara dianggap mampu menjadi solusi, walaupun berdampak kepada logistik dan suku cadang yang harus disiapkan untuk mendukung penggelaran alutsista.

Nah, dari sejumlah kandidat yang dievaluasi, K9 Thunder buatan Korea Selatan kemudian menyeruak sebagai kandidat yang memiliki kans terbesar untuk dieksekusi pembeliannya. Sistem artileri swagerak terbaru ini menawarkan keganasan meriam 155mm dalam sasis yang sepenuhnya dibuat oleh perusahaan Korea Selatan, Samsung Techwin. Dengan sejarah mesra dimana meriam howitzer TNI AD sebagian besar memang diakuisisi dari Korea Selatan, K9 bak melengkapi kebahagiaan. Apalagi K9 Thunder sudah pula menyandang predikat battle proven. Korps Artileri sendiri menargetkan akuisisi 2 yon tambahan sistem artileri berpenggerak rantai untuk memperkuat batalyon artileri medan TNI AD.

K9 Thunder, sang primadona baru
K9 Thunder
K9 Thunder
 Korea Selatan sendiri sejak lama merupakan pengguna setia M109 Paladin. Tidak mau membeli mentah-mentah, Korea Selatan melisensi M109A2 sebagai K55 dan K55A1. Namun semakin berkembangnya teknologi, Korea Selatan semakin merasa ketinggalan. M109 Paladin sudah mencapai iterasi A6 dengan jarak jangkauan yang semakin jauh, sementara K55A1 sudah jelas kalah jarak. Rival beratnya Korea Utara sudah diketahui memiliki sistem artileri swagerak berbasis sasis tank Type-59 berkode M-1978 Koksan dengan meriam kaliber 170mm.

Untuk mempersempit selisih tersebut, Korea Selatan menugaskan Samsung Techwin (sebelumnya bernama Samsung Defense Aerospace) untuk mengembangkan sistem artileri swagerak sebagai komplemen, dan kelak pengganti, K55 pada 1989. Purwarupa pertama sudah ditampilkan pada 1994, dan pengujian lanjutan dilakukan sampai akhirnya dapat diterima oleh AD Korea Selatan pada 1998. Dengan kendaraan serial pertama masuk dinas aktif pada 2000an, boleh dikatakan usia K9 masihlah cukup muda.

K9 Thunder sendiri memiliki bobot nyaris dua kali lipat dibandingkan dengan K55. Namun soal mobilitas, boleh saja diadu. Dengan penambahan bobot tersebut, K9 dijanjikan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh K55. K9 diawaki oleh lima orang kru: komandan, pengemudi, penembak, dan dua pengisi. Tugas pengisi dimudahkan dengan keberadaan sistem pengisi otomatis (autoloader) yang cukup kompleks. Diluar pengemudi yang memiliki palka tersendiri, keempat awak lainnya bisa keluar dari palka di atas kubah. Kalau ini dianggap terlalu tinggi, masih ada pintu rampa belakang, yang dibuka ke arah kanan dengan engsel.

K9 sendiri didesain untuk mampu membawa 48 butir peluru howitzer 155mm dan propelannya. Apabila kendaraan sudah kehabisan peluru, sudah menjadi tugas kendaraan K10 ARV untuk mengisinya. Berbeda dengan K9, K10 tidak dilengkapi dengan laras meriam. Sebagai gantinya, ada ‘belalai’ yang bertugas mengantarkan peluru yang akan diisi ke K9. K10 tinggal melakukan aksi docking dengan lubang pengisian yang ada di belakang kubah K9, dan peluru dihantarkan dari dalam kubah K10 ke dalam kompartemen peluru K9. Saat menerima proyektil isian dari K10, sistem rel pengisian otomatis akan membawa dan menyusun proyektil-proyektil tersebut ke tempatnya.
K9 Thunder
K9 Thunder
Soal wahana pengusung, K9 menggunakan sasis dengan penggerak roda rantai, dengan mesin diletakkan di sebelah kanan depan. Kombinasi ini memungkinkan kompartemen tempur sepenuhnya dapat dihuni oleh kubah dengan sistem pengisian amunisinya yang kompleks. K9 menggunakan mesin MTU 881 buatan Jerman, yang dipadukan dengan sistem transmisi otomatis Allison ATDX 1100-5A3 dengan empat gigi maju dan dua gigi mundur. Paduan mesin dan transmisi pada K9 tersebut mampu menyemburkan daya 1.000hp (735kW), yang diterjemahkan menjadi kecepatan 67km/ jam di jalanan mulus. Dengan rasio daya berbanding beban mencapai 21,7 hp/ ton, K9 boleh dikata cukup lincah dalam bergerak melintas medan, tidak kalah dengan Main Battle Tank modern yang harus diikutinya. Sekali isi tangki penuh, K9 dapat menempuh jarak sampai 480km.

Untuk mendukung penggelarannya, K9 dilengkapi dengan suspensi torsion bar dan kombinasi hidropneumatik pada keenam roda lincirnya, sehingga awaknya tidak akan cepat lelah saat bergerak dari satu titik ke titik lainnya. Keunggulan lainnya, ketinggian kendaraan juga dapat diatur berkat penggunaan suspensi hidropneumatik tersebut, sehingga dapat disesuaikan untuk karakteristik medan yang dilewati. Apabila diperlukan, K9 juga dapat melakukan operasi mengarung (fording) sampai kedalaman 1,5 meter tanpa persiapan khusus.

Meriam howitzer 155mm pada K9 sendiri diletakkan pada struktur kubah tertutup, yang tentu saja merupakan satu keunggulan tersendiri dan tuntutan pada situasi pertempuran yang dinamis. Dibandingkan dengan aset seperti meriam howitzer 155mm CAESAR yang sudah dibeli TNI AD, K9 lebih unggul karena seluruh sekuensial penembakannya dapat dilakukan dari dalam kendaraan, terlindung kubah baja yang mampu menahan impak fragmen artileri model airburst dan hantaman peluru 12,7mm. Meriamnya sendiri dapat didongakkan mulai dari -2,5o sampai 70o, yang diatur secara sistem, dan dapat dibawa berputar 360o bersama kubahnya. Meriam 155m L52 pada K9 dilengkapi dengan muzzle brake tipe slot untuk disipasi asap dan hentakan penembakan.

Satu keunggulan yang ditawarkan K9 soal amunisi adalah kesesuaian dengan standar NATO, karena Samsung Techwin menjamin bahwa meriam K9 sudah disesuaikan dengan JBMOU (Joint Ballistic Memorandum of Understanding). JBMOU merupakan kesepakatan antar Negara NATO yang menjamin kesamaan meriam, propelan, amunisi, dan sumbu munisi artileri yang digunakan sesame Negara NATO.
K9 Thunder
K9 Thunder
Kompatibel dengan berbagai munisi 155mm buatan pabrikan Negara NATO maupun bukan, K9 mampu melontarkan tembakan sampai jarak 40km dengan munisi base bleed, yang diset propelannya pada setelan enam. Untuk munisi RAP (Rocket Assisted Projectile) dengan setelan propelan lima, jarak tembaknya bisa mencapai jarak 30km. Untuk munisi HE (High Explosive) standar NATO M107, jarak tembaknya adalah 17km Pemilihan amunisi tinggal dilakukan melalui layar LCD oleh penembak, sehingga hanya charges atau propelannya yang masih perlu diatur secara manual oleh pengisi.

Penembak sendiri dimudahkan tugasnya berkat keberadaan sistem kendali penembakan otomatis dan sistem navigasi bernama MAPS (Modular Azimuth Position System), yang berisi peta digital yang dapat menerima pasokan data melalui datalink. Berbagai sensor seperti angin dan suhu udara yang dapat mempengaruhi trayektori juga diperhitungkan. Dengan dukungan komputasi otomatis tersebut, K9 sudah siap digelar dan siap menembak hanya dalam 30 detik setelah kendaraan dalam posisi berhenti, atau 60 detik dihitung dari perintah diberikan saat K9 masih berjalan. Meriam howitzer 155mm pada K9 memiliki kecepatan tembak 3-5 butir peluru setiap jeda 15 detik, atau 5-6 peluru/ menit selama tiga menit terus menerus.

Dengan kemampuannya yang setara atau melebihi M109A6 Paladin, tidak mengherankan apabila K9 banyak dilirik oleh Negara lain. Turki bahkan sudah bergerak cepat, melisensi K9 sebagai T-155 Firtina (Badai). Turki membeli 300an T-155, dengan membuat sendiri sistem kendali penembakan, modifikasi kubah, dan sistem navigasi yang dibuat sendiri oleh perusahaan lokal seperti Aselsan dan Havelsan. Sebanyak 300 unit dari pesanan T-155 tersebut akan dibuat oleh 1st Army Maintenance Center Command di Adazapari, Turki.

In Action: Battle Proven!
K9 Thunder
K9 Thunder
Walaupun Korea Selatan dan Utara secara resmi berada dalam status gencatan senjata, bukan berarti K9 Thunder hanya duduk diam dan digunakan pada saat latihan saja. Pada 23 November 2010, Korea Utara melakukan provokasi dengan menembakkan ratusan proyektil artileri berupa roket dan Howitzer ke pulau Yeonpyeong yang ada di Yurisdiksi Korea Selatan. Korea Selatan, yang saat itu sedang melaksanakan latihan bersandi Hoguk di pulau Yeonpyeong dan Baengnyeong dianggap memprovokasi Korea Utara dan menantang perang. Puluhan munisi hidup berdaya ledak tinggi terbang melintasi lautan, memotong garis demarkasi Northern Limit Line dan menuju Yeonpyeong.

Kegilaan Korea Utara berujung pada kehancuran berbagai sarana sipil dan juga korban jiwa. Dua orang sipil dan dua prajurit tewas, puluhan lainnya terluka. Dalam dua gelombang serangan yang dilancarkan dari propinsi Hwanghae, proyektil artileri dan roket 122mm dari Kaemori berjatuhan di kamp militer Korea Selatan, dan lebih banyak lagi menghantam pemukiman, pertokoan, dan kantor pemerintah, menimbulkan kepanikan dan kebakaran hebat.

Korea Selatan sendiri secara organik menggelar satu batalion K9 yang terdiri dari tiga baterai, masing-masing berkekuatan 6 unit K9. Yeonpyeong dijaga oleh satu kompi yang berkekuatan satu baterai K9. Serangan dadakan dan bertubi-tubi dari Korea Utara yang begitu masif berhasil melumpuhkan dua unit K9. Empat yang tersisa dengan segera diperintahkan menembak balik, tetapi satu dengan segera menghadapi kendala karena satu proyektil macet dan berhenti di tengah laras, menyebabkannya tidak mampu beraksi.

Dengan hanya tiga K9, tembakan balasan dilancarkan ke area Mudo, tempat posisi meriam, barak dan markas pasukan Korea Utara berada. Setelah menembakkan puluhan proyektil, sasaran bergeser ke Kaemori, lokasi baterai roket 122mm Korea Utara melancarkan serangannya. Secara total, Korea Selatan menembakkan 80 butir munisi 155mm, dalam adu artileri terhebat dan paling dahsyat setelah gencatan senjata yang menandai berakhirnya Perang Korea pada 1953. Sayangnya, karena sukar melakukan BDA (Battle Damage Assesment), sulit bagi Korea Selatan untuk mengetahui kehancuran yang diderita oleh Korea Utara. Begitupun, Korea Selatan mengklaim 5-10 prajurit Korea Utara tewas dan 30 lainnya terluka, berdasarkan informasi pembelot Korea Utara yang merupakan mantan prajurit artileri di Kaemori.
K9 Thunder
K9 Thunder
 Yang jelas, pasca balas-membalas artileri di Yeonpyeong tersebut, para kru K9 benar-benar disiagakan untuk menghadapi pertempuran berikutnya. Setiap prajurit artileri dibagi dalam tiga kali giliran jaga di dalam kabin K9 mereka, walaupun barak sebenarnya hanya 100-200 meter jauhnya. Pokoknya begitu proyektil pertama Korut mendarat, K9 sudah harus bisa membalas tembakan. Satu instalasi radar ARTHUR (Artillery Hunting Radar) juga dipasang, untuk mendeteksi sumber dan azimuth datangnya serangan. Sampai serangan berikutnya datang, gelegar K9 akan siap sedia melindungi Yeonpyeong dan seluruh Korea Selatan dari ancaman Korea Utara. (arc.web.id)

SPEK K9 THUNDER
Awak            : 5
Bobot            : 47 ton
Panjang        : 12 meter
Lebar            : 3,4 meter
Tinggi            : 2,73 meter
Kecepatan tembak    : 3 butir dalam 15 detik, 6-8 peluru/ menit (sustainable)
Mesin            : Diesel MTU MT 881 Ka-500 8 silinder berpendingin air, berdaya 1.000hp
Kecepatan maksimal    : 67 km/ jam.

Perbandingan SS2 TNI Buatan Pindad

 Merdeka (MI) : Senapan serbu SS2 buatan PT Pindad adalah generasi kedua dari senapan serbu Pindad SS1. Senapan ini digunakan sebagai senapan standar TNI dan Polri. Sebelumnya, TNI menggunakan M16, Steyr AUG dan AK-47 sebagai senapan organik. Namun setelah PT Pindad mampu

Keunggulan SS2 dibandingkan dengan pendahulunya yaitu memiliki desain yang ergonomis, tahan terhadap kelembaban tinggi dan lebih ringan.

"90 persen TNI menggunakan senjata ringan dari Pindad, itu andalan semua, amunisi juga demikian," kata Kapuspen TNI Mayjen Fuad Basya kepada merdeka.com, Jumat (3/10).

Senapan ini tersedia dalam tiga versi dasar, yakni standard rifle SS2-V1, carbine SS2-V2 dan para-sniper SS2-V4). Namun pada tahun 2008 mulai diperkenalkan subcompact versi SS2-V5.

Senapan SS2 tergolong mumpuni untuk digunakan. Sebelumnya pada saat SS1, para prajurit sering mengeluh senapan macet atau laras yang kelewat panas. Semua itu diperbaiki di SS2.

Senapan ini memiliki berat 3,2 kg dengan panjang 930 mm dengan panjang laras 460 mm. Menggunakan peluru kaliber 5,56 x 45 mm standar NATO, rata-rata tembakan peluru 700 butir/menit.

Kecepatan peluru yang ditembakan sekitar 710 m/detik, dengan jarak efektif tembakan sejauh 450 m. Menggunakan alat bidikan besi, amunisi yang dipakai SS2 merupakan Magazen box isi 30 butir.

Berikut perbandingannya dengan senapan-senapan dari negara lain :

1. M4 Carbine
M4 Carbine merupakan senapan buatan Amerika yang digunakan hampir di seluruh dunia. Diproduksi tahun 1994, senapan ini sudah digunakan dalam berbagai perang, seperti perang di Afganistan, perang Irak, perang Libanon bahkan sampai perang obat-obatan di Mexico.

Panjang senapan 840 mm dengan panjang laras 756 mm. M4 Carbine juga memiliki berat 2,88 kg. Menggunakan peluru kaliber 5,56 45 mm standar NATO, senapan laras panjang ini dapat menembakkan peluru sebanyak 700-950 butir/menit dengan kecepatan peluru mencapai 880 m/detik.

Jarak efektif yang tembakan dari M4 Carbine ini sejauh 500-600 m. Amunisi yang digunakan juga sama dengan SS2 milik Indonesia, yakni Magazen box STANAG isi 30 butir.

2. Famas
Senapan buatan Prancis ini merupakan jenis senapan serbu yang diproduksi mulai tahun 1981. Kini Famas digunakan oleh berbagai negara seperti Perancis, Argentina, dan secara terbatas di Filipina.

Famas juga teruji dalam medan tempur. Dia sudah digunakan saat perang Afganistan, perang Libanon pada tahun 1982 dan beberapa perang lainnya.

Famas memiliki panjang 965 mm dengan panjang laras yang beragam. Untuk tipe F1/G2 panjangnya 488 mm, G2 Commando 405 mm, G2 SMG 320 mm, dan G2 Sniper 620 mm.

Peluru kaliber yang digunakan sama dengan SS2 dan M4 Carbine, namun jumlah peluru yang ditembakkan berbeda, yakni 900-1000 butir/menit untuk jenis F1, dan 1000-1100 butir/menit untuk jenis G2.

Jarak efektif tembakan pun berbeda, 300 m untuk jenis F1 dan 450 m untuk jenis G2 dengan jarak maksimum tembakan 3200 m. Untuk jenis Famas G2 menggunakan amunisi Magazen box STANAG isi 30 butir, sedangkan jenis F1 menggunakan Magazen box isi 25 butir.

3. SAR 21
Singapore Assault Rifle 21 (SAR 21) merupakan senapan laras panjang yang diproduksi Singapura. Senapan yang dibuat pada tahun 1996 oleh Tuck Wah Chee dan Felix Tsai ini, mulai digunakan pada tahun 1999 oleh beberapa negara.

SAR 21 juga memiliki beberapa jenis, diantaranya adalah SAR 21, SAR 21 GL/M203, SAR 21 P-Rail, SAR 21 MMS, dan SAR 21 Light Weight Carbine. Masing-masing jenis pun mempunyai berat yang berbeda, yaitu berkisar antara 3 kg- 5,3 kg. Begitupun dengan panjangnya antara 640 mm sampai 805 mm.

Menggunakan peluru kaliber yang sama dengan SS2, rata-rata peluru yang ditembakkan SAR 21 mencapai 450-650 butir/menit dengan jarak efektif tembakan mencapai 460 m untuk jenis M193 dan 800 m untuk jenis SS109. Amunisi yang dipakai SAR 21 juga sama dengan yang dipakai SS2.

4. AK-104
Diproduksi di Rusia pada tahun 1994, senapan laras panjang ini dibuat oleh Mikhail Kalashnikov. Namun, AK-104 baru mulai digunakan pada tahun 2001 dan hanya digunakan oleh Rusia dan Venezia.

Dengan berat 3,2 kg dan panjang 824 mm, senapan ini menggunakan peluru kaliber 7,62 x 39 mm. Peluru yang ditembakkan rata-rata berjumlah 600 butir/menit dan kecepatannya 670 m/detik. Jarak efektif tembakan sejauh 500 m dan menggunakan amunisi magazen isi 30 butir.

Senapan ini memiliki bentuk yang sama dengan AK-74 M, AK-101, dan AK-103. Seperti varian Avtomat Kalashnikov lainnya, senapan ini pun dikenal bandel.

Tiga Senapan Pindad Jadi Primadona


Tiga Senapan Pindad Jadi Primadona Pengunjung melihat replika peluncur roket pada Indo Defence Expo 2014 di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Rabu 5 November 2014. Pameran industri pertahanan berskala internasional ini diikuti sekitar 15 ribu delegasi dan 600 perusahaan dari 50 negara. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Senjata-senjata lokal produk dari PT Pindad ternyata menjadi senjata yang digemari oleh negara asing. Senapan dengan tipe SPR 2, SPR 3 dan SSX762 menjadi primadona dari PT Pindad dalam acara Indo Defence Expo & Forum, JIExpo, Jakarta.

Mereka menjadi produk favorit dikarenakan spesifikasinya yang spesial namun dilabeli harga jauh lebih murah ketimbang senapan dengan spesifikasi yang sama di pasar internasional.


"Karena dari segi harga dengan standar yang lain, mereka lebih ekonomis. Jadi mereka enggak ragu untuk membeli," ujar Sales Force Pindad Mahmed Vincent, Jumat (7/11).


Pindad SPR 2 merupakan senapan sniper yang mampu menembus lapis baja. Pelurunya bekerja dalam tiga tahap, yakni menembus, membakar dan meledakkan sasaran. SPR 2 yang memiliki sistem bolt action ini menggunakan munisi berkaliber 12,7 mm yang mampu menembus lapis baja hingga ketebalan 2cm dengan jarak efektif 1kilometer.


Sedangkan Pindad SPR 3 merupakan senapan sniper yang memiliki kemampuan relatif sama dengan pendahulunya. Konsep dari SPR 3 ini sebenarnya lebih ke arah anti-person, namun SPR 3 mampu menembus lapis baja hingga ketebalan 3cm. SPR 3 ini menggunakan amunisi kaliber 7,62 mm. SPR 3 dihargai sekitar 12.000 USD.


Kemudian Pindad SSX762 juga sudah menjadi favorit meskipun itu masih menjadi produk baru dari PT Pindad. Kemarin (6/11), wakil presiden Jusf Kalla sempat mengambil dan memegang Senjata laras panjang kaliber 762. Vincent mengatakan bahwa harga belum ditentukan untuk SSX762.


"Kalau yang SSX762 belum ada harganya, karena masih prototype. Produknya masih sangat baru,” jelasnya.

(pit/pit)

Minggu, 14 Desember 2014

MEDIUM TANK BY PINDAD INDUTRIES

Marder 1A3
Kita telah mendengar berulangkali PT pindad akan membuat tank medium untuk mengisi kebutuhan TNI AD. Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan tank Pindad itu berkekuatan 500 tenaga kuda dengan bobot sekitar 28 – 30 ton.

Beberapa anggota Komisi I DPR mengaku telah melihat prototype tank pindad tersebut. Antara lain Wakil ketua Komisi 1 DPR, TB hasanuddin. “Prototipe tank sudah jadi dan sudah jalan. Hasilnya cocok, kenapa tidak dikembangkan. Tinggal sekarang bilang oke, buat yang banyak”, ujar TB Hasanuddin.

KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo juga berbicara tentang tank medium Pindad. “Pindad hanya mampu mengembangkan tank tingkat sedang. Untuk tank berat kita belum mampu. TNI sedang bekerja sama dengan PT Pindad mengembangkan tank yang ada”, ujar KSAD.

Seharusnya prototype-nya sudah berwujud karena tahun 2008, Presiden SBY meminta PT Pindad membuatkan Tank bagi TNI AD.

Informasi terakhir yang dipublikasikan Kementerian Pertahanan adalah, PT Pindad bekerjasama dengan Korea Selatan untuk membuat tank/ Infantry Fighting Vehicle K-21 yang dipasang turret 90mm dari CMI Belgia.
Tank / IFV K-21 Korea Selatan
Akan tetapi, kita tidak punya gambaran seperti apa tank medium yang akan dibuat Pindad. Tank K-21 hanya mengusung Canon 40mm atau 30 mm. Sketsanya pun tidak tahu seperti apa ?. Gelap. Informasi terbaru muncul dari “Julian Assange Indonesia” Audryliahepburn. Menurut “Julian Assange Indonesia” ini, tank medium Pindad berbentuk menakjubkan. Kira kira hull-nya (body) menyerupai tank Merkava Israel dengan turret menyerupai Abrams Amerika Serikat.
Tank medium Pindad itu, berbobot 28-30 ton, memiliki canon 105mm dengan setir di sebelah kanan dan engine di kiri.
Yang menjadi pertanyaan adalah, hull tank medium negara mana yang akan dijadikan rujukan ? Tank Merkava merupakan MBT dengan bobot 60 ton ke atas, demikian pula dengan M1 Abrams.
Heavy Tank Merkava Mk4 Israel
Sejauh ini panser Anoa merujuk pada VAB Renault Perancis. Rantis Pindad 4×4 merujuk ke Renault Sherpa APC 4×4 Perancis. Jika kita menelusuri rekam jejak Pindad, maka tank yang akan dibuat seharusnya merujuk ke Perancis. Pilihannya adalah AMX-56 LeClerc. Namun LeClrec berupa main battle tank berbobot 54 ton. Pilihan lain, AMX-30 dengan bobot 36 ton dan canon 105mm. Namun tank ini sudah jadul. Pertama diproduksi tahun 1966. Bentuk hull-nya pun tidak mirip dengan Merkava Isreal.
MBT LeClrec Perancis
Bagaimana dengan tank Korea Selatan ?. Tank utama Korea Selatan adalah K2 Black Panther 55 ton dan KIA1 berbobot 56 ton. Spesifikasi tank Korea yang berbobot 28-30 ton adalah IFV K-21. Namun tank itu tidak didisain untuk mengangkut Canon 105. Bentuknya pun jauh dari Merkava.

Pertanyaan lanjutan adalah, tank Pindad ini menggunakan turret apa ?. Sejauh ini kita belum pernah mendengar Indonesia akan membeli turret M1 Abrams, walaupun Abrams memiliki turret canon 105mm.

Untuk urusan Canon, yang paling memungkinkah adalah menggunakan CT-CV Turret 105 mm Belgia, karena TNI telah lama bekerjasama dengan CMI- Belgia, sejak pemasangan canon 90mm di tank Scorpion Inggris.

CT-CV Turret 105 mm Belgia memang diciptakan untuk light atau medium tank, baik roda bergerak atau rantai berjalan. CT-CV Weapon System dilengkapi canon yang mampu menembakkan berbagai jenis amunisi kaliber 105m NATO, maupun ATGM.

Dengan sudut tembakan -10° hingga +42°, turet ini diklaim cocok untuk daerah urban serta geografis yang sulit, termasuk beyond-line-of-sight engagements. CT-CV Turret 105 mm didisain untuk panser atau tank medium yang bisa diangkut pesawat terbang. Turret ini memiliki sistem pengindera siang dan malam, menembak lawan sambil bergerak, ammunition rack with autoloader, fully digitized system, sehingga dijuluki Hunter Killer.
Turret CT-CV Weapon System, Belgia
Jadi apakah mungkin tank K-21 Korea Selatan akan dipasang CT-CV Turret 105 mm Belgia ? Namun hull tank K-21 tidak mirip Merkava Israel. Turet CT-CV Weapon system Belgia, juga tidak mirip dengan Turret M1 Abrams. Jadi kira-kira, dari mana asal muasal tank medium Pindad yang disebut berbobot sekitar 30 ton itu ? Apakah tank itu benar-benar dibuat oleh Pindad atau beli bekas lalu dimodifikasi/refurbished ? Tambah bingung lagi.
Mari kita dengarkan penjelasan dari Direktur Produk Manufaktur Tri Hardjono yang disampaikan tahun 2012 silam: “PT Pindad akan melakukan pengembangan Panser Canon 6×6 Anoa, untuk menghasilkan Kavaleri (Canon 90 mm) dan Infanteri Fighting Vehicle (Canon 20 mm)”.
Kalimat tersebut bisa diartikan Pindad akan membuat Panser Tarantula/Black Fox dengan Canon CSE 90mm Belgia. IFV Canon 20mm berarti semacam Tank K-21 Korea Selatan.
“PT Pindad juga akan menjalankan program retrofit tank AMX-13 beroda rantai untuk peningkatan daya gerak, daya gempur, fungsi optik, dan komunikasi”.
Kalimat ini jelas, dan kita sudah melihat AMX-13 hasil retrofit Pindad.
“Selain itu, PT Pindad akan melakukan peremajaan medium tank dengan perkiraan harga per unit mencapai Rp 35 miliar. Pengembangannya memakan waktu 1,5 sampai 2 tahun. Pada 2014 nanti, medium tank ini sudah bisa unjuk kemampuan di hadapan masyarakat”.
Tri Hardjono tidak menjelaskan tank medium mana yang akan diremajakan senilai Rp 35 miliar/ unit. Peremajaan itu dilakukan sejak tahun 2012 dan seharusnya selesai tahun ini. Tank mana yang dimaksud ?. Indonesia saat ini tidak memiliki medium tank. BMP-3, AMX-13, Scorpion, Alvis Stormer, semua berbobot di bawah 20 ton. Apalagi AMX-13 hanya 15 ton.
Apakah PT Pindad meremajakan generasi kedua tank medium China Type 69. Tank ini memang mengusung canon baru 105mm, turbocharged engine, Points of light into the fire control system, night vision, friction dampers serta suspensi baru.
Tank Type 69-II China
Tapi menurut saksi mata, tank baru Pindad itu, akan melakukan proses pemotongan baja. Bisa jadi ada beberapa proyek yang dikerjakan PT Pindad, bisa juga tidak. Informasi yang didapat terlalu melebar dan tidak fokus.

Memang agak susah mencari tank medium yang canggih saat ini, karena negara-negara maju secara militer, tidak lagi mengembangkannya, pasca perang dunia II. Mereka memilihuntuk memodernisasi main battle tank seperti: Leclrec Perancis, T-99 China, MBT 70 Jerman, T-90 Rusia, M1 Abrams AS, Arjun India, Zulfikar Iran, Merkava Israel, Al-Khalid Pakistan, PT-91 Polandia, Challenger 2 Ingris dan lain sebagainya.

Tank medium seperti Panzer IV Jerman, M4 Sherman AS, AMX 30 Perancis, sudah ditinggalkan.

Memang ada beberapa negara yang mengembangkan tank medium, namun tidak banyak, antara lain Argentina dengan Tanque Argentino Mediano atau tank TAM. Tank tersebut dijadikan Argentina sebagai main battle tank dengan canon 105 mm FM K.4 Modelo 1L. Tank berbobot 30 ton ini dibuat berbagai varian seperti: Self-propelled howitzer, Armored Recovery, dan ATMG. Namun tidak ada sejarahnya Indonesia bekerjasma dengan Argentina. Beritanya pun tidak pernah terdengar.
Tank TAM, Argentina
Kalau melihat produsen tank terkemuka saat ini, PT Pindad bisa jadi membidik Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder buatan Jerman. IFV Marder memiliki bobot 28,5 ton dengan mengusung canon 20 mm Rheinmetall dan MILAN ATGM launcher. Model hull-nya mirip dengan tank Merkava Israel. IFV Marder mulai dipensiunkan dari militer Jerman dan sekarang ditawarkan keluar negeri. IFV Marder yang ditawarkan termasuk paket retrofit untuk memenuhi kualifikasi operasi tempur terkini. Dengan demikian seharusnya tidak ada masalah bila Pindad ingin memiliki IFV Marder ini. Sama halnya dengan pembelian 100 MBT Leopard 2 eks Jerman oleh TNI AD. Leopard 2 mulai dilepas Jerman, karena negara itu sedang terlibat join production dengan Amerika Serikat untuk proyek MBT-70.
 IFV Marder 1A3 Jerman
Bahkan perusahaan Rheinmetall Jerman, menyiapkan diri untuk meng-upgrade Marder tersebut, baik dalam bentuk Infantry Fighting Vehicle ataupun berupa main battle tank ukuran medium. Menurut Rheinmetall, perubahan dari IFV menjadi medium-weight main battle tanks merupakan solusi yang jitu secara keuangan, tanpa mengurangi kehandalan tank tersebut.
Marder 1A5
Gambar di bawah ini adalah IFV Marder yang telah di-overhauled oleh Rheinmetall dengan teknologi proteksi dan sistem kemudi yang baru. Tank medium Marder ini mengusung canon 105mm Oto-Melara. Turet asli Marder diganti dengan turet baru: M151 Protector remotely controlled weapon. Proteksi balistiknya juga ditingkatkan menjadi STANAG Level 4+ dan Mine Protection Level 3a/3b+. Mesinnya dirubah menjadi MTU MB883 diesel bertenaga 600 tenaga kuda.

 Marder Retrofit Canon 105mm
Pembangunan Tank medium PT Pindad berbasis IFV Marder dengan canon 105 mm Rheinmetall/ Oto-Melara, bisa seiring dengan pengadaan dan refurbished 100 MBT Leopard 2 yang sedang dipesan TNI AD.
APC Marder (Upgrade)
Pindad akan melakukan pemotongan pertama baja tank medium beberapa bulan lagi. Semoga saja disainnya merujuk ke IFV Marder Jerman, sehingga terwujud apa yang dikatakan, hull menyerupai Merkava dan turet mengikuti Abrams. Tank itu pasti laris manis di Asean dan membanggakan. Kita jadi ingat pernyataan Atase Militer Perancis ke Indonesia: “Kalau membuat alutsista, langsung ke negara produsennya”.
 Hasil Retrofit Marder Jerman yang Pensiun
Quote of the Day:
“Jadi jangan lagi ada anak buah saya yang hanya gosok-gosok tank itu saja (tank lama), membersihkan rantai, mengganti oli, tanpa bisa digunakan. Kasihan sekali, dan itu sangat menyakitkan”: KSAD Jenderal Pramono Edhie Wibowo.(Jkgr).

Sumber: JakartaGreater

Tank APC Made in Indonesia

Prototipe Tank SBS PT Pindad
Prototipe Tank SBS (Ilustrasi OTO Melara Turret)
Pindad meluncurkan prototipe kendaraan lapis baja angkut personil (APC) beroda track pertamanya. Secara fisik, tank medium yang disebut sebagai "SBS" ini sudah jadi, namun secara teknis baru setengahnya. Saat ini SBS masuk dalam tahap pematangan prototipe di litbang, dan ketika pekerjaan sudah rampung selanjutnya akan disertifikasi di Kemenhan.


SBS berdimensi panjang 5,68 meter, lebar 2,77 meter dan tinggi 1,97 meter. Berat kosong 10 ton, berat tempur 13 ton dan membawa 10 kru. Suspensi terdiri dari lima roadwhweel kecil dengan drive sprocket di depan dan idler pada bagian belakang. SBS dimotori dengan mesin diesel 6 silinder berpendingin cair yang memiliki kekuatan 250 hp dengan rasio 20 hp/ton. Mampu berlari di kecepatan 70 km dengan jangkauan terjauh 400 km dan kapasitas bahan bakar 400 liter. Untuk perlindungan, SBS menggunakan baja dengan ketebalan 10 mm.

Selain SBS, Indonesia dan Turki saat International Defence Industries Fair (IDEF) ke-11 di Istambul, Turki, juga menandatangani kerjasama untuk mengembangkan tank ringan dan medium. Dua perusahaan dalam negeri yaitu PT Pindad dan PT LEN akan bekerjasama dengan FNSS Defence System dan ASELSAN Turki untuk mengembangkannya. Namum diproyeksi produk tank asli buatan Pindad akan selesai lebih awal.

Slow but sure, kedua negara saat ini masih dalam tahap mendesain prototipe. Setelah prototipe jadi, selanjutnya akan diproduksi secara massal untuk militer kedua negara. Rencananya desain tank RI-Turki ini akan diluncurkan pada tahun depan dengan target pembangunan 3 hingga 5 tahun. Dilaporkan juga bahwa desainnya sudah akan rampung sebelum 2013 berakhir dan prototipe akan diluncurkan tahun depan.

Sebelumnya Pindad dikabarkan berencana untuk memproduksi tank ringan/menengah berdasarakan tank Alvis Scorpion CVRT dan Rheinmettal Marder IFV, tidak diketahui apakah kerjasama dengan Turki ini akan mempengaruhi desain awalnya.

Selain tank, Pindad juga mengembangkan panser Anoa versi Amfibi. Saat ini panser masih tahap uji coba di sungai dan danau. Di masa depan, panser Anoa akan mampu turun dari kapal perang di atas laut. Ini merupakan usaha meningkatkan kemampuan panser Anoa, dan menjadi kendaraan amfibi merupakan tahap pertama dari peningkatan kemampuan Anoa.

Anggaran modernisasi dan perawatan alutsista TNI hingga akhir tahun 2014 tercatat Rp 99 triliun, dan Kemenhan sendiri dikabarkan masih membutuhkan tambahan sebanyak Rp 57 triliun. Prioritas penambahan alutsista TNI saat ini adalah alutsista bergerak (tank, pesawat) sedangkan alutsista tak bergerak adalah radar.

PT Pindad Akan Segera Produksi Masal Panser Badak

Panser Badak Buatan PT Pindad

BANDUNG:(DM) - PT Pindad memproduksi kendaraan serbu baru jenis panser yang dilengkapi turret canon 90 milimeter. Saat dipamerkan di pameran senjata internasional 2014 (Indo Defence), Wakil Presiden Jusuf Kalla menamainya panser badak.

Pindad mengklaim canon 90 milimeter yang dipasang di panser badak tahun depan akan mampu diproduksi dalam jumlah banyak. Produksi canon sebesar ini merupakan pertama kali di Indonesia.

"Tahun depan cannon 90 milimeter ini masuk produksi di Pindad sistem senjatanya. Baru pertama di Indonesia manufaktur sebesar ini," kata Kadep komunikasi Pindad Sena Maulana di JIExpo Kemayoran Jakarta, Rabu (5/11).

Sena mengatakan produksi canon ini nantinya bekerjasama dengan perusahaan senjata Cockerill Maintenance. Pemasaran canon ini dibantu perusahaan senjata asal Belgia ini.

"Ini join produksi nanti untuk canon 90 milimeter. Kita juga join marketnya dengan Cockerill," terang dia.

Masih menurutnya, canon 90 milimeter ini dipesan oleh pasar senjata internasional. Kebanyakan yang berminat adalah negara kawasan asia.

"Di luar negeri sudah ada permintaan untuk canonnya. Kawasan Asia sudah mulai tertarik," ujarnya.

merdeka.com

Minggu, 26 Oktober 2014

Rusia bisa membangun kapal perang mirip Mistral



Moskow (ANTARA News) - Rusia tidak tergantung pada Prancis dalam membangun operator helikopter sendiri mirip dengan kapal induk helikopter Prancis kelas Mistral, dan mampu untuk membangun kapal perang seperti itu sendiri, kata Wakil Panglima Angkatan Laut Laksamana Muda Victor Bursuk Sabtu.

"Kami tidak tergantung pada Prancis dengan cara apapun, itu hanya salah satu kontrak kerja sama teknis-militer dan tidak lebih. Program pembuatan kapal (Rusia) direncanakan pembangunan kapal perang kelas ini, dan itu pasti akan dilaksanakan," kata Bursuk dalam satu wawancara dengan radio Ekho Moskvy.

Pada Kamis, kepala staf Kremlin Sergei Ivanov mengatakan, Rusia akan menuntut Prancis jika Paris menolak untuk menghormati kontrak Mistral.

Rusia dan Prancis menandatangani kesepakatan 1,2 miliar euro (1,5 miliar dolar AS) untuk dua operator helikopter kelas Mistral pada Juni 2011.

Kapal induk pertama, Vladivostok, diharapkan tiba di Rusia pada akhir 2014. Kapal kedua, Sevastopol, seharusnya tiba pada tahun 2015.

Penyelesaian kesepakatan tersebut telah beresiko sejak Barat mulai menerapkan sanksi ekonomi yang ditargetkan terhadap Rusia atas krisis Ukraina, demikian OANA.

Sabtu, 06 September 2014

5 Pangkalan Militer Terbesar di Dunia


Kelima pangkalan milter terbesar di dunia ini milik Amerika Serikat.
Fort Benning
(Foto: armyrotc.colostate.edu)
















5. Fort Benning
(populasi: 107.627, area : 182.000 ha)
Fort Benning dibangun di area yang dikenal sebagai "Tri-Community", di Columbus, Fort Benning, Georgia, dan Phenix City, Alabama. Pangkalan ini didirikan pada tahun 1918. Membentang seluas 182.000 hektar. Dikenal sebagai Manoeuvre Centre of Excellence, Fort Benning menjadi rumah bagi infanteri dan lapis baja.

Total populasi di Fort Benning mencapai 107.627 jiwa yang terdiri dari 27.436 tentara aktif, 6.639 komponen cadangan, 43.726 pensiunan, 21.414 tanggungan/petugas lain dll.

Awal dibangun, Fort Benning menjadi tempat pelatihan dasar untuk unit Perang Dunia I dan pangkalan ini menjadi rumah bagi 4.000 perwira dan 95.000 orang yang terdaftar selama Perang Dunia II.


Brigade artileri 17 US Army (Foto:US Army)
















4. Pangkalan Bersama Lewis-McChord (JBLM)
(populasi: 209.486, area: 414.000 ha)
Fort Lewis (Joint base Lewis-McChord) terletak di Pacifik Northwest di Puget Sound, negara bagian Washington. Mulai dioperasikan pada bulan Januari 2010 sebagai hasil konsolidasi Pangkalan Angkatan Udara Fort Lewis dan McChord.

Populasi 209.486 jiwa yang terdiri dari 27.000 militer aktif, 52.486 anggota keluarga, 10.000 warga sipil dan 120.000 pensiunan. Pangkalan ini berfungsi sebagai pusat pelatihan dan mobilisasi untuk semua layanan militer.

Lokasi yang strategis dari JBLM menjadikan unit angkatan udara mampu melakukan pengangkutan udara untuk misi pertempuran atau bantuan kemanusiaan ke lokasi manapun di dunia dengan pesawat airlifter C-17A Globemaster III, pesawat angkut/kargo terbaik Angkatan Udara AS.


Presiden AS George W.Bush mengunjungi Fort Hood, 3 Januari 2003 (Foto:US Army)















3. Fort Hood
(populasi: 217.003, area: 214.968 ha)
Terletak 60 km sebelah utara Austin dan 50 km sebelah selatan Waco, Fort Hood membentang seluas 214.968 hektar di Bell dan Coryell Counties. Fort Hood menjadi tempat terbesar bagi satuan lapis baja aktif Amerika Serikat, dan menjadi satu-satunya pos di Amerika Serikat yang mampu menampung dua divisi penuh lapis baja.

Populasi sebanyak 217.003 jiwa, terdiri dari 4.733 perwira aktif, 39.262 tentara aktif, 74.294 anggota keluarga, 89.805 pensiunan, survivor dan anggota keluarga lain, serta 8.909 karyawan sipil/NAF/lainnya.

Fort Hood didirikan sebagai rumah bagi tank-tank perusak dan senjata anti-tank selama Perang Dunia II. Sekarang pangkalan ini digunakan sebagai stasiun mobilisasi untuk komponen cadangan Angkatan Darat dan Unit Garda Nasional dan sebagai platfrom proyeksi kekuatan strategis.


101st Airborne Division Fort Campbell
(Foto:clarksvillenow.com)















2. Fort Campbell
(populasi: 234.914, area: 105.000 ha)
Fort Campbell terletak antara Hopkinsville dan Clarksville, di perbatasan negara bagian Kentucky-Tennessee. Pangkalan militer ini didirikan pada tahun 1942 dan pertama kali diaktifkan saat Perang Dunia II. Fort Campbell mengakomodasi tentara aktif di Angkatan Darat (terbesar kelima atau terbesar ketujuh untuk Departemen Pertahanan).

Fort Campbell menjadi rumah bagi Screaming Eagles of the 101st Airborne Division Air Assault, satu-satunya divisi air assault dari Angkatan Darat AS

Enam unit yang menjadi "penyewa" utama Fort Campbell adalah 5th Special Forces Group (Airborne), 160th Special Operations Aviation Regiment (Airborne), US Army Medical Activity, TN Valley District Corps of Engineer, Veterinary Command dan US Army Dental Activity.

Populasi total pangkalan ini terdiri dari 30.438 tentara, 53.116 anggota keluarga dan 151.360 lainnya termasuk purnawirawan, anggota keluarga pensiunan dan komponen cadangan.


Barak Fort Bragg
Barak Brigade 1 Fort Bragg (Foto:US Army)















1. Fort Bragg
(populasi: 238.646, area: 163.000 ha)
Fort Bragg adalah Pangkalan Angkatan Darat terbesar AS dalam hal populasi. Terletak di sebelah barat Fayetteville di North Carolina, pangkalan ini menjadi rumah bagi satuan 82nd Airborne.

Ada 52.280 tentara aktif yang bertugas di Fort Bragg, 12.624 komponen cadangan dan mahasiswa (tugas sementara), 8.757 karyawan sipil, 3.516 kontraktor dan 62.962 anggota keluarga tentara aktif. Fort Bragg juga menjadi rumah bagi 98.507 pensiunan dan anggota keluarga tentara.

Sebuah taktik perang yang cukup terbukti semasa Perang Dunia II dilahirkan di Pope Field di Fort Bragg. Dikenal juga sebagai rumah bagi "Home of the Airborne and Special Operation Force", Fort Bragg juga menjadi rumah bagi XVIII Airborne Corps dan 82nd Airborne Division, US Army Special Operations Command and dan US Army Parachute Team (the Golden Knights).

Beberapa unit lain, seperti Corps Support Command, 525th Battlefield Surveillance Brigade, 16th Military Police Brigade, 20th Engineer Brigade, 108th ADA Brigade, 44th Medical Command dan 18th Fires Brigade juga ditempatkan di Fort Bragg.