Blogger Widgets

Sabtu, 06 September 2014

Tank Tempur Terbaik 2014

Selama Perang Dingin, tank tempur utama (MBT) telah berevolusi dari yang awalnya tank sederhana, ringan menjadi tank kelas berat, lebih modern dan lincah, sekaligus lebih maju dalam hal persenjataan, sistem mengatasi ancaman dan sistem perlindungan. Artileri mengurutkan 10 tank tempur utama terbaik di dunia berdasarkan persenjataan, mobilitas dan perlindungan.

Type 99 (ZTZ-99), China


Type 99 (ZTZ-99) adalah tank tempur utama generasi ketiga yang dibangun oleh China Northern Industries Group Corporation (NORINCO) untuk Angkatan Darat Tentara Pembebasan Rakyat China (PLA). Tank mulai dioperasikan PLA pada tahun 2001.

Meriam smoothbore ZPT98 125mm yang dilengkapi dengan auto-loader memberikan tank ZTZ-99 daya tembak yang unggul, mampu menembakkan amunisi APFSDS (penetrator energi kinetik), HEAT (amunisi anti tank berdaya ledak tinggi) dan proyektil HE-FRAG (high-explosive fragmentation), serta rudal anti tank. Tangki ini juga dipersenjatai dengan senjata anti pesawat 12,7 mm dan senapan mesin koaksial 7,62 mm.

Tank Type 99 (ZTZ-99
Tank Type 99 dipamerkan di Museum Militer Beijing sebagai bagian dari pameran "Our troops towards the sky"
Lambung dan turret (kubah) tank ini terlindung dengan Explosive Reactor Armour (ERA). Tingkat survivabilitas juga ditingkatkan dengan penggunaan sistem countermeasures dan peluncur granat asap. Mesin diesel turbo-charged 1.500hp yang dipasang pada tank ZTZ-99 memberikannya kecepatan maksimum 80km/jam di jalan mulus.

Oplot-M (upgrade)/BM Oplot, Ukraina


Oplot-M (upgrade) atau BM Oplot adalah versi upgrade dari MBT T-84 Oplot yang diproduksi oleh Kharkiv Morozov Machine Building. MBT canggih ini dioperasikan oleh Angkatan Darat Ukraina dan Angkatan Darat Kerajaan Thailand.

Senjata utama tank Oplot-M adalah meriam KBA-3 125mm dengan auto-loader dan mampu menembakkan amunisi HE-FRAG, APFSDS, HEAT, serta rudal. Senjata sekunder terdiri dari senapan mesin koaksial KT-7.62 (PKT) 7,62mm dan senapan mesin anti pesawat KT-12,7mm.

Tank Oplot-M
Angkatan Darat Kerajaan Thailand memesan 49 tank Oplot-M pada tahun 2011. (Gambar: Aim120c5za)
Lapisan perlindungan pada Oplot-M mampu menahan tembakan proyektil HEAT dan APFSDS dan BATW-ERA (built-in anti-tandem-warhead explosive reactive armour), bertahan dari serangan APFSDS, granat dan rudal anti tank. Perlindungan lebih ditingkatkan dengan penggunaan generator asap dan sistem penanggulangan optronic Varta. Mesin diesel KMDB 6TD-2 6 silinder yang bertenaga 1.200hp memastikan Oplot-M mampu berlari dengan kecepatan 70 km/jam.

T-90MS, Rusia


T-90MS, versi modern dari tank tempur utama T-90 yang dibangun oleh pabrik Uralvagonzavod, diresmikan untuk pertama kalinya di Rusia Expo Arms pada September 2011. T-90MS telah dimodernisasi secara ekstensif guna meningkatkan kinerja tempur di skenario perang masa kini.

Senjata utama 2A46M-5 125mm pada T-90MS mampu menembakkan berbagai jenis amunisi dengan akurasi yang tinggi. Tank ini juga dipersenjatai dengan senapan mesin anti pesawat 6P7K 7,62mm pada stasiun senjatanya yang dikendalikan dengan remot kontrol.

Tank T-90MS
T-90MS, versi modern dari tank T-90, diluncurkan pada September 2011. (Gambar: Uralvagonzavod)
Panel ERA modular yang dipasang di bagian belakang dan samping tank memberikan perlindungan terhadap senjata kecil dan serpihan ledakan. Lambung depan dan turret dapat dipasang dengan lapisan baja reaktif Relikt guna memberikan perlindungan dari rudal anti tank. T-90MS juga dilengkapi dengan optoelectronic screening system dan sistem proteksi elektromagnetik. Mesin V-92S2F yang berkekuatan 1.130 hp memberikannya kecepatan maksimum 60km/jam.

Leclerc, Perancis


Leclerc adalah tank tempur utama Perancis yang dikembangkan oleh GIAT Industries (sekarang Nexter Systems) untuk Angkatan Darat Perancis dan juga digunakan oleh Angkatan Darat Uni Emirat Arab. Tank Leclerc pertama kali diserahkan kepada DGA (Lembaga Kebijakan Pengadaan Perancis) DGA pada Januari 1992 .

Leclerc merupakan tank generasi ketiga, dipersenjatai dengan meriam smooth bore standar NATO CN120-26 120mm, senapan mesin koaksial 12,7mm dan senapan mesin 7,62mm. Leclerc mampu membawa 40 butir amunisi 120mm dan lebih dari 950 putaran amunisi 12,7 mm.

Tank Leclerc
Tank Leclerc dapat tetap bertempur dengan target pada kecepatan 50 km/jam di medan apapun. (Gambar: Daniel Steger)
Armor modular canggih pada Leclerc terbuat dari baja, keramik dan Kevlar yang menawarkan perlindungan optimal bagi awak, yang masih dapat ditingkatkan lagi untuk melindungi dari IED, ranjau dan RPG. Sistem perlindungan Galix juga telah dilengkapkan untuk meningkatkan survivabilitasnya. Tank ini memiliki kecepatan maksimum 72km/jam dan bisa menyerang target pada kecepatan 50 km/jam di medan apapun.

Type 10 (TK-X), Jepang


Type 10 (TK-X) adalah tank tempur utama generasi keempat yang dibangun oleh Mitsubishi Heavy Industries untuk Angkatan Darat Pasukan Bela Diri Jepang (JGSDF). Tank mulai dioperasikan JGSDF pada tahun 2012 dan mobilitasnya diklaim luar biasa.

Untuk daya tembak, tank Type 10 dilengkapi dengan meriam smooth bore 120mm, senapan mesin berat 12,7 mm dan senjata Type 74 7,62mm. Sistem C4I canggihnya memastikan interoperabilitas dengan pasukan infanteri selama misi tempur terpadu.

Tank Type 10 (TK-X)
Type 10 (TK-X) adalah tank tempur canggih generasi keempat milik Angkatan Darat Pasukan Bela Diri Jepang  (JGSDF).
Lambung dipasangi dengan proteksi lapis baja komposit modular keramik yang memberikan perlindungan dari tembakan RPG, proyektil HEAT dan rudal anti tank. Paket-paket perlindungan lainnya dapat dengan mudah dilepas dan dipasang untuk mengubah tingkat perlindungan. Mesin diesel air-cooled bertenaga 1.200hp memberikannya kecepatan maksimum 70 km/jam.

Merkava Mk.4, Israel


Merkava Mark IV (MK.4) adalah versi terbaru dari tank tempur utama Merkava yang dibangun oleh Mantak. Merkava MK.4 mulai digunakan Angkatan Darat Israel pada tahun 2004 dan dianggap sebagai salah satu tank terbaik di dunia dalam hal perlindungan.

MK.4 dipersenjatai dengan meriam 120mm MG253 smoothbore yang mampu menembakkan amunisi HEAT dan sabot, serta rudal anti tank LAHAT. Senapan mesin koaksial 7,62mm  dan senapan mesin 12,7 mm,  dan peluncur granat 60mm melengkapi daya tembaknya.

Tank Merkava
Tank Merkava Mk. IV dengan TROPHY (Active Protection System) saat latihan 401 Armoured Brigade. (Gambar: Michael Shvadron, Israel Defense Forces)
Merkava Mk.4 dilengkapi dengan lapis baja khusus, sprung armour side skirts, sistem peringatan laser Elbit dan in-built smoke-screen grenades.  Sistem proteksi aktif Trophy yang dilengkapkan pada Merkava MK.4 melindungi kru dari rudal anti tank. MK.4 mampu berlari dengan kecepatan maksimum 64km/jam.

K2 Black Panther, Korea Selatan


K2 Black Panther (Korean New Main Battle Tank) adalah MBT modern yang dikembangkan oleh Hyundai Rotem untuk Angkatan Darat Republik Korea (RoKA). K2 Black Panther dikembangkan untuk menawarkan mobilitas, daya tembak dan proteksi yang  tinggi. Black Panther saat ini sedang dalam tahap produksi, dan kemungkinan baru akan segera dioperasikan pada tahun ini.

Senjata utama K2 Black Panther adalah meriam smoothbore 120mm, yang dapat menembakkan amunisi energi kinetik canggih plus autoloader untuk memudahkan pemuatan amunisi bahkan ketika di medan kasar. Senjata sekunder terdiri dari senapan mesin 7,62mm dan senapan mesin 12,7 mm.

Tank K2 Black Panther
Tank K2 Black Panther saat ini masih dalam tahap produksi untuk Angkatan Darat Korea Selatan. (Gambar: Defence Citizen Network)
Dengan kecepatan maksimum 70 km/jam dan jangkauan  450km membuat K2 sebagai tank yang sangat mobile di medan perang. Untuk perlindungan, K2 menggabungkan baja komposit dan ERA untuk melindungi dari berbagai tembakan amunisi langsung. Rak amunisi juga menggunakan blow- off panel agar terlindung dari ledakan.

Challenger 2, Inggris


Challenger 2 (CR2) adalah tank tempur utama yang digunakan Angkatan Darat Inggris dan Angkatan Darat Oman. CR2 dirancang dan diproduksi oleh British Vickers Defence Systems (sekarang BAE Systems) berdasarkan desain tank Challenger 1. Dipromosikan sebagai tank tempur utama yang paling dapat diandalkan dalam pertempuran, kemampuan Challenger 2 telah dibuktikan selama misi tempurnya di Bosnia, Kosovo dan Irak .

Challenger 2 dilengkapi dengan senjata utama meriam 120mm L30 CHARM, juga dilengkapi dengan senjata sekunder senapan 7,62mm dan pada bagian turret terpasang senapan mesin 7,62mm. CR2 dapat membawa 50 Armour Piercing, Fin Stabilised, APFSDS, high-explosive squash heads (HESH) dan Soke, serta 4.000 butir amunisi 7,62mm .

Tank Challenger 2
Tank Challenger 2 Angkatan Darat Kerajaan Inggris unjuk kemampuan di Camp Coyote, Kuwait. (Gambar:  Cpl Paul (Jabba) Jarvis RLC/MOD)
"Baju baja" Chobham generasi kedua pada Challenger 2 menawarkan tingkat perlindungan yang tinggi terhadap tembakan senjata langsung. Mesin Perkins Condor-CV12 menjamin CR2 mampu berlari dengan kecepatan maksimum 59km/jam di jalan mulus dan 40 km/jam di off-road.

Abrams M1A2, Amerika Serikat


Abrams M1A2 adalah tank tempur utama yang dikembangkan oleh General Dynamics Land Systems, utamanya digunakan Angkatan Darat AS. Tank dirancang berdasarkan pengalaman yang diperoleh dari kinerja tank M1A1 dan menggabungkan teknologi baru untuk memberikan daya tembak dan mobilitas superior, membuatnya menjadi salah satu tank tempur terbaik di dunia.

Meriam smooth bore 120mm XM256 merupakan senjata utama tank Abrams M1A2, mampu menembak kendaraan lapis baja, infanteri dan pesawat yang terbang rendah dengan berbagai amunisi standar NATO. Tank ini juga dipersenjatai dengan dua senapan mesin M240 7,62mm dan senapan mesin M2 .50 cal. Mampu membawa 42 putaran amunisi 120mm, 11.400 putaran 7,62mm , 900 butir amunisi kaliber 50, 32 granat skrining dan 210 putaran amunisi 5,56mm.

Tank Abrams M1A2
Tank Abrams M1A2 saat latihan Gunnery Table VI di Clabber Creek Multiuse Range. (Gambar: Sgt. Quentin Johnson)
Tank Abrams M1A2 mengintegrasikan baja komposit eksterior dan steel-encased depleted uranium untuk membungkus lambung depan dan kubah untuk memberikan perlindungan tingkat tinggi bagi awaknya. Abrams M1A2 memiliki jangkauan 426km dan mampu berlari dengan kecepatan 67,5km/jam.

Leopard 2A7+, Jerman


Leopard 2A7+ adalah tank tempur utama generasi terbaru yang dikembangkan oleh Krauss-Maffei Wegmann (KMW) pada tahun 2010. Versi Leopard baru ini masih memanfaatkan teknologi dari tank Leopard 2 sebelumnya dan telah diadopsi oleh Bundeswehr (Angkatan Darat Jerman) untuk misi perang di daerah perkotaan, serta misi militer. Leopard 2A7+ saat ini juga sedang dikerahkan di Afghanistan oleh Kanada di bawah komando NATO .

Leopard 2A7+ dipersenjatai dengan meriam smooth bore L55 120mm yang mampu menembakkan  amunisi standar NATO dan juga diprogram untuk menembakkan amunisi HE 120mm. Leopard 2A7+ juga dilengkapi dengan senapan mesin 7,62mm/12,7 mm dan peluncur granat 40mm .

Tank Leopard 2A7+
Tank tempur utama Leopard 2A7+ diluncurkan saat pameran Eurosatory 2010. (Gambar: AMB Brescia)
Modul armor pasif yang melekat pada Leopard 2A7+ memberikan perlindungan optimal bari awak dari serangan rudal anti tank, ranjau, IED dan RPG. Peluncur granat asap pada kedua sisi turret akan menyembunyikan tank dari pengamatan musuh. Tank ini juga dapat dilengkapi dengan perangkat tambahan seperti pembersih ranjau dan rintangan. Tank yang sangat mobile ini memiliki kecepatan maksimum 72km/jam dengan jangkuan maksimal 450km.

Merkava 4 Tank Tempur Israel


Tank Tempur Utama (MBT) 65 ton Merkava 4 mulai diproduksi secara massal pada tahun 2001 dan mulai dioperasikan oleh Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada bulan Juli 2003. Batalyon pertama tank Merkava 4 Angkatan Pertahanan Israel terbentuk pertama kali pada tahun 2004.

Tank Merkava 4 berukuran lebih besar daripada Merkava 3 Baz, yang telah digunakan IDF (Israel Defence Force) sejak tahun 1990. Merkava 3 diekspor oleh SIBAT yang berbasis di Tel Aviv, namun tank Merkava 4 tidak untuk diekspor, tetapi beberapa sistem dan komponen tank tetap diekspor.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Batalyon pertama tank Merkava 4 Angkatan Pertahanan Israel terbentuk pertama kali pada tahun 2004
(Kredit foto : MathKnight and Zachi Evenor)

Kontraktor utama pembangunan Merkava 4 meliputi:
  • El Op Electro-Optic Industries, anak perusahaan dari Elbit Systems yang bertanggung jawab untuk sistem kontrol tembak.
  • Angkatan Pertahanan Israel (IDF), yang melakukan konstruksi utama dan sistem integrasi dan pengujian.
  • Israel Military Industries menyediakan senjata utama, proteksi balistik dan amunisi.
  • IMCO Industries untuk sistem kelistrikan.
  • Urdan Industries untuk turret (kubah), lambung utama dan coran, dan
  • IAI Ramta untuk komponen proteksi.
Merkava 4 mampu membawa delapan tentara termasuk awak tank yaitu komandan, loader, penembak dan driver. Tank ini mampu menembak di saat bergerak untuk target yang bergerak dan telah menunjukkan probabilitas hit yang tinggi dalam melawan helikopter serang yang menggunakan amunisi anti-tank konvensional.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Fitur Merkava 4 secara signifikan ditingkatkan, khususnya proteksi lapis baja balistik baru,
 senjata dan sistem elektronik baru
(Kredit foto: MathKnight)

Persenjataan Merkava 4

Tank Merkava 4 memiliki all-electric turret baru yang dikembangkan oleh Elbit dan anak perusahaanya  yaitu El-Op. Hanya satu palka yang dipasang di turret , palka komandan.

Meriam smooth-bore 120mm telah dikembangkan dan dilengkapkan oleh Israel Military Industries untuk Merkava 4.

Meriam baru ini adalah generasi lanjutan dari meriam yang digunakan Merkava 3. Selubung Vidco thermal pada meriam mencegah perubahan bentuk dari laras akibat kondisi lingkungan dan akibat proses menembak itu sendiri. Meriam ini bisa menembakkan amunisi dengan daya yang lebih tinggi termasuk proyektil penetrasi dan guided shells 120mm.

Meriam Smooth-bore 120 mm tank Merkava 4
Merkava 4 memiliki meriam 120mm baru, sebuah pengembangan dari meriam Merkava 3
(Kredit Foto:Michael Mass, Yad la-Shiryon Museum)

Tank ini dapat membawa 48 butir amunisi yang masing-masing disimpan dalam wadah pelindung. Jenis-jenis amunisinya antara lain APFSDS-T M711 (CL 3254), the HEAT-MP-T M325 (CL 3105) dan TPCSDS-T M324 (CL 3139) yang disuplai oleh Ammunition Group of Israel Military Industries. Meriam ini juga mampu menembakkan amunisi 120mm lainnya seperti milik Perancis, Jerman atau AS.

Tank ini juga dilengkapi dengan senapan mesin 7.62mm dan sistem internal operasi internal mortir 60mm yang dikembangkan oleh Soltam Ltd. Mortir dapat menembakkan bahan peledak dan mengiluminasi daerah di jarak 2,7km. Suite proteksi (perlindungan) mencakup identifikasi ancaman elektromagnetik dan sistem peringatan canggih.


Sistem Kontrol Tembak El Op

Sistem kontrol tembak baru, yang dikembangkan oleh El Op termasuk fitur yang sangat canggih, yaitu kemampuan untuk menemukan dan mengunci target bergerak, bahkan helikopter udara, walaupun tank itu sendiri juga sedang dalam keadaan bergerak.

Komputer mengatur sistem kontrol tembak termasuk stabilisasi line-of-sight dalam dua sumbu, pemandangan televisi generasi kedua dan pelacak target otomatis termal, berbagai laser rangefinder, improvisasi thermal night vision system dan dynamic cant angle indicator.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Sistem kontrol tembak baru yang canggih termasuk kemampuan untuk menemukan dan mengunci
target bergerak, bahkan helikopter, walaupun Merkava sedang dalam keadaan bergerak juga.
(Kredit Foto: Michael Mass, Yad la-Shiryon Museum)

Stasiun komandan dilengkapi dengan stabilised panoramic day dan night sight. Sistem operasi yang terintegrasi meliputi data komunikasi canggih dan manajemen pertempuran. Perusahaan Tadiran yang mengembangkan sistem komunikasi Merkava, sistem komunikasi antar kendaraan dan VRC 120 vehicular transceiver radio dengan perangkat penerima tambahan yang tertanam.


Countermeasures

Merkava 4 dilengkapi dengan Amcoram LWS-2 laser warning system, dengan tampilan ancaman peringatan yang terpasang di stasiun komandan. Salah satu peluncur dipasang pada kedua sisi tank, yang dapat meluncurkan granat asap dan umpan.

Merkava 4 juga telah dilengkapi dengan Rafael Trophy Active Protection System. Trophy menampilkan cakupan pandangan 360° terhadap roket anti-tank, rudal anti-tank dan peledak anti tank lainnya. Setelah Trophy mendeteksi ancaman, dilacak dan diklasifikasikan dan titik mencegat optimal dihitung, sebelum meluncurkan balasan.

Senapan mesin 7.62mm Merkava 4
Merkava 4 juga dilengkapi dengan senapan mesin 7.62mm
(Kredit foto: MathKnight)

Sensor termasuk radar dengan empat antena ditempatkan di sekitar kendaraan. Pengembangan sistem selesai pada April 2007 dan IDF telah menyetujui produksi untuk dipasangkan di tank Merkava baru.

Sistem ini berhasil diuji pada tank Merkava 4 oleh Angkatan Pertahanan Israel pada bulan Desember 2010. Sistem Trophy yang digunakan pada MBT Merkava 4 juga berhasil mengantisipasi roket anti-tank yang ditembakkan oleh seorang pria bersenjata peluncur roket di dekat pagar keamanan Jalur Gaza pada Maret 2011.


Mesin

Merkava 4 menggunakan mesin diesel V-12 yang setara kekuatannya dengan 1.500 hp (tenaga kuda). Kompartemen mesin dan satu tangki bahan bakar berada di depan tank dan dua tangki bahan bakar berada di bagian belakang. Mesin baru ini lebih unggul 25% dalam kekuatan dibandingkan dengan Powerpack 1.200hp yang digunakan pada Merkava 3.

Sistem Transmisi Merkava 4
Merkava 4 memiliki lima gigi transmisi otomatis, tidak lagi empat gigi seperti pada Merkava 3
(Foto: Ereshkigal1)

Adalah mesin diesel GD883 yang diproduksi oleh Perusahaan Jerman MTU di bawah lisensi produksi oleh General Dynamics Land Systems di Amerika Serikat. Mesin ditransfer ke Israel untuk instalasi dan integrasi dengan transmisi otomatis dan dengan sistem kontrol komputer mesin. Merkava 4 memiliki lima gigi transmisi otomatis, tidak lagi empat gigi seperti pada Merkava 3. Sistem transmisi diproduksi oleh Renk. Peredam kejut (shock absorbers) single position rotary dipasang eksternal.


Lambung (Hull)

Desain ulang dari lambung sekitar instalasi powerpack baru telah menjadikan proteksi lapis baja frontal meningkat dan perubahan/perbaikan lapangan pandang driver. Untuk berjalan mundur, driver menggunakan kamera.

Merkava 4 Tank Tempur Utama Israel
Fitur Merkava 4 secara signifikan ditingkatkan, khususnya proteksi lapis baja balistik baru,
senjata dan sistem elektronik baru.
(Kredit foto: Flickr-Israel Defense Forces)

Sebuah fitur baru dari tank Merkava 4 ini adalah lapis baja modular yang dipasang mencakup turret. Tank ini akan melindungi terhadap berbagai ancaman, termasuk rudal udara yang dipandu radar dan senjata-senjata anti-tank. Deteksi kebakaran otomatis dan supresi jua telah dipasang. Bagian bawah lambung telah dilengkapi dengan proteksi lapis baja tambahan terhadap ranjau. Kompartemen pengemudi dan kru dilengkapi dengan sistem pemanas dan pendingin.


Karakteristik

Kru 4 - Komandan, driver, penembak dan loader
Panjang (dengan meriam) 9,04 meter
Lebar (tanpa pelindung roda) 3,72 meter
Tinggi ke Turret 2,66 meter
Berat 65 ton
Senjata utama Smooth-bore 120 m
Amunisi 48 putaran

Rabu, 12 Maret 2014

RPG-29



RPG-29
RPG-29 USGov.JPG
RPG-29 launcher with PG-29V rocket
Type Rocket-propelled grenade
Place of origin Soviet Union
Service history
In service 1989–present
Used by Russia, Mexico, Hezbollah, Ukraine, Syria, Pakistan
Wars 2003 Iraq war, 2006 Lebanon War, Syrian civil war
Production history
Designed late 1980s
Manufacturer Bazalt, SEDENA
Produced 1989
Specifications
Weight 12.1 kg (27 lb) unloaded (with optical sight)
18.8 kg (41 lb) loaded (ready to fire)
Length 1 m (3 ft 3 in) (disassembled for transportation)
1.85 m (6 ft 1 in) (ready to fire)

Cartridge PG-29V tandem rocket
TBG-29V thermobaric rounds
Caliber 105 mm (4.1 in) barrel
65 and 105 mm (2.6 and 4.1 in) warheads
Muzzle velocity 280 m/s (920 ft/s)
Effective firing range 500 m (1,600 ft)
800 m (2,600 ft) (with tripod and fire control unit)[1]
Sights Iron, optical, and night sights available with ranges up to 450 m (1,480 ft); automated day and day-night sights with laser rangefinder[1]
Blast yield 750 mm (30 in): RHA (600 mm (24 in) after reactive armor effects)
1,500 mm (59 in): Reinforced concrete or brick
3,700 mm (150 in): Log and earth fortification
The RPG-29 (NATO designation: Vampir) is a Russian rocket-propelled grenade (RPG) launcher. Adopted by the Soviet Army in 1989,[2] it was the last RPG to be adopted by the Soviet military before the fall of the Soviet Union in 1991. The RPG-29 has since been supplemented by other rocket-propelled systems, such as the RPG-30 and RPG-32 "Hashim". The RPG-29's PG-29V tandem-charge warhead is one of the few warhead systems which has penetrated the hulls of Western composite-armored main battle tanks in active combat.[3]

Description

The RPG-29 is a shoulder-launched, tube-style, breech-loading weapon designed to be carried and used by a single soldier. On the top of the launch tube is the 2.7× 1P38 optical sight. On the bottom of the tube is a shoulder brace for proper positioning along with a pistol grip trigger mechanism. A 1PN51-2 night sight can be fitted.
The RPG-29 is unusual among Russian anti-tank rocket launchers in that it lacks an initial propellant charge to place the projectile at a safe distance from the operator before the rocket ignites. Instead, the rocket engine starts as soon as the trigger is pulled, and burns out before the projectile leaves the barrel.
Two projectiles are available for the weapon; the PG-29V anti-tank/anti-bunker round and the TBG-29V thermobaric anti-personnel round. The PG-29V round has a tandem-charge HEAT warhead for defeating explosive reactive armor (ERA). When launched, the missile deploys eight fins as the rocket leaves the launcher, stabilizing the rocket during flight, up to a range of 500 meters.[4] The warhead itself comprises two charges; an initial small high explosive charge destroys the reactive armor, or, if ERA or cage armor is absent, the main armor is impacted. Behind the primary charge, a much larger secondary shaped charge bursts at the rear of the initial warhead and projects a jet of metal into the pre-compromised armor.

History

The RPG-29 was developed during the late 1980s, following the development of the RPG-26, and entered service with the Soviet army in 1989. It has recently seen intermittent use by irregular forces in the Middle East theater, including in combat against U.S./U.K. forces during the Iraq War, and the 2006 Lebanon War, when it was used against Israeli forces.

2003 Iraq War

The RPG-29 is believed to have been used in multiple skirmishes against U.S. and British mobilized forces during the initial 2003 invasion of Iraq.[5]
In August 2006 an RPG-29 round was reported to have penetrated the frontal ERA of a Challenger 2 tank during an engagement in al-Amarah, Iraq, lightly wounding several crew members, but only lightly damaging the tank which drove home under its own power.[6]
From WikiLeaks: In August 5, 2007 an PG-29V hit a passing M1 in the hull rear caused 3 WIA. In September 5, 2007 an PG-29V hit the side turret of an M1 tank in Baghdad, caused 1 KIA and 2 WIA, the tank was seriously damaged.
In May 2008 The New York Times disclosed that an American M1 tank had also been damaged by an RPG-29 in Iraq.[5][7] The US Army ranks the RPG-29 threat to armor so high that they refused to allow the newly formed Iraqi army to buy it, fearing it would fall into insurgent hands.[8]

2006 Lebanon War

During the conflict the Israeli newspaper Haaretz stated that the RPG-29 was a major source of IDF casualties in the 2006 Lebanon War.[9] A spokesman for the Russian Foreign Ministry denied that Russia had supplied arms directly to Hezbollah.[10] Shortly before the end of the conflict the Russian Kommersant magazine acknowledged through anonymous sources the possibility of a weapons transfer between Syria and Hezbollah during the Syrian withdrawal from Lebanon.[11]

Operators

Current

Former

RPG-22



RPG-22
RPG-22 rocket launcher.jpg
RPG-22 launcher
Type Rocket-propelled grenade
Place of origin Soviet Union
Service history
In service 1985
Specifications
Weight 2.8 kg
Length 785 mm (unarmed)
850 mm (ready to fire)

Shell HEAT with penetration of 400 mm versus RHA
Caliber 72.5 mm
Muzzle velocity 133 m/s
Effective firing range 150–200m
Maximum firing range 250 m
The Soviet RPG-22 Netto is a one-shot disposable anti-tank rocket launcher first deployed in 1985, based on the RPG-18 rocket launcher, but firing a larger 72.5 mm fin stabilised projectile. The weapon fires unguided projectiles in direct sight, can be prepared to fire in around 10 seconds, and can penetrate 400 mm of armour, 1.2 metres of brick or 1 metre of reinforced concrete.[1]

Operation

The smoothbore container is made from two parts, a main tube containing the rocket, and a telescoping forward extension, which slides over the barrel, both are made from fiberglass.
In transport mode both ends of the barrel are closed by plastic covers, which open when the weapon is extended. The firing mechanism is manually cocked by raising the rear sight. Lowering the rear sight de-cocks the weapon if there is no target.
On firing there is a backblast danger area behind the weapon, of at least 15 metres, the solid propellant motor completely burns out while rocket is still in the barrel tube, accelerating it to about 133 metres per second. The weapon has simple pop-up sights graduated to ranges of 50, 150 and 250m
To keep training cost down a reusable RPG-22 is available that fires a 30 mm subcalibre projectile, weighing 350g, to operational ranges. Handling is identical to that of the full caliber version, with the exception of the discharge noise and backblast.

Use

On the evening of 20 September 2000, the MI6 Building in London the headquarters of the British Secret Intelligence Service, was attacked by unapprehended forces using a RPG-22 anti-tank rocket, causing superficial damage.[2]
A weapons cache destined for the Real IRA that was seized in Croatia in August 2000 contained a number of RPG-22s. Prices range from £150 to £220 per weapon. The one used against the MI6 building was Russian-made, while one found at Dungannon came from Bulgaria.[3]

Current operators

Former operators