Blogger Widgets

Jumat, 02 Desember 2016

Presiden Israel Tolak RUU Soal Adzan

Presiden Israel Reuven Rivlin menyatakan menolak rancangan undang-undangan (RUU) untuk melarang atau membatasi adzan di wilayah Israel dan wilayah pendudukan. Rivlin menilai, jika RUU itu disahkan, maka menjadi aib bagi Israel.

Berbicara saat melakukan pertemuan dengan sejumlah pemimpin agama di Israel, Rivlin mengatakan, munculnya RUU itu sudah menjadi sebuah kesalahan. Sebab, dalam pandanganya hal semacam ini tidak perlu untuk dibahas, terlebih dijadikan undang-undang,memang ada-ada saja negara satu ini.

Rivlin mengatakan, pertemuan itu diadakan untuk menjembatani kesenjangan atas masalah yang menjadi pokok undang-undang itu. Dalam pertemuan itu dia menuturkan, undang-undangan harusnya tidak menyentuh pada isu kebebasan beragama.

"Saya berpikir mungkin pertemuan semacam ini bisa berdampak pada seluruh masyarakat, dan akan menjadi memalukan jika hukum dilahirkan untuk menyentuh isu kebebasan beragama dari kelompok tertentu di antara kita," kata Rivlin, seperti dilansir Al Arabiya pada Rabu (30/11).Tujuan nyata dari RUU ini adalah bukan untuk mencegah kebisingan, melainkan untuk menciptakan suara yang akan merugikan semua masyarakat dan upaya untuk membangun realitas antara Yahudi dan Arab," kata seorang pejabat Institut Demokrasi Israel, Nasreen Hadad Haj-Yahya.

sepatutnya sebagai umat yang beragama baik muslim maupun non muslim harusnya saling menghormati satu sama lain agar di setiap negara tidak ada namanya penindasan maupun penistaan agama,intinya HORMATI SESAMA & JUNJUNG TINGGI AZAS KEMANUSIAAN (HAM).

semoga artikel ini bisa menambah informasi buat kalian,have a nice day guys....

Jumat, 21 Oktober 2016

Radio-Elektronik Rusia Bisa Nonaktifkan Perangkat Musuh


Prototipe pertama senjata radio-elektronik canggih yang belum ada duanya sukses diuji coba di Rusia, demikian disampaikan perwakilan perusahaan pengembang sistem baru tersebut, Perusahaan Produsen Instrumen gabungan Rusia, pada kantor berita RIA Novosti dalam pameran senjata ArmHiTec 2016 di Yerevan, Armenia, pada Kamis (13/10) lalu.
"Prototipe senjata sudah selesai dibuat dan ia telah membuktikan efisiensinya," kata sang narasumber pada RIA Novosti. "Ini adalah tipe senjata yang benar-benar baru, yang tak memiliki tandingan baik di Rusia maupun di dunia."
Senjata ini dapat menonaktifkan perangkat musuh tanpa menggunakan amunisi konvensional, melainkan dengan bantuan energi yang terarah. "Perangkat ini menerapkan pengaruh fisik tak langsung pada perangkat di pesawat atau drone, menetralisasi senjata presisi," terang perwakilan produsen.
Contoh pertama senjata telah dipamerkan pada September lalu dalam sesi demonstrasi tertutup bagi Kementerian Pertahanan Rusia di sela Forum Army 2016.
Pertama kali dipublikasikan oleh TASS.
semoga penemuan radio elektronik canggih ini bukan untuk dijadikan bahan perperangan tetapi menjadi bagian dalam misi perdamaian dunia.

Senin, 13 Juli 2015

Cara Memperbaiki "The Hosted Network Couldn’t Be Started"




1. Buka “Device Manager” dan klik tab “View”-> “Show Hidden Devices”
2. sekarang lihat di “Network Adapters” dan cari “Microsoft Hosted Network Virtual Adapter”
3. klik dan kemudian pilih “Enable”.
4.sekarang hosted network telah terhubung

Jumat, 06 Februari 2015

SNIPER UNGGULAN

1. MSG – 90
MSG-90
Data Teknis:
Kaliber: 7,62x51mm NATO (STANAG 2310)
Kapasitas megasen: 5 atau 20 butir (detatchable box magazine)
Aksi: semi oomatis (roller-delayed blowback)
Berat kosong: 6,4 kg
Panjang: 1165mm
Panjang laras: 600mm
Jarak tembak efektif: 1000 meter

MSG-90 merupakan senapan runduk militer semi-otomatis yang dirancang oleh Heckler & Koch. MSG-90 merupakan standar untuk “Militärisches Scharfschützen Gewehr” (senapan runduk penembak tepat), angka “90” menandai tahun produksi pertamanya.
Senapan ini merupakan versi militer dari senapan PSG1, keduanya merupakan
kelanjutan dari senapan G3. Kesamaan antara MSG-90 dan PSG1 pada trigger group (3 lb adjustable trigger pull). Popor pada MSG-90 dapat disetel posisi ketinggiannya (cheek), alas bahu (shoulder), dan lebih kecil dan lebih ringan dari popor PSG1. Sistem pembidik menggunakan sistem rel ‘Weaver’ untuk meletakan pembidik senapan. Rel yang serupa digunakan pada senapan seri HK21E, 23E, dan G41. Bobot laras lebih kepada moncongnya untuk membantu keharmonisan kestabilannya untuk meningkatkan akurasinya. Laras semakin panjang dengan adanya tambahan flash suppressor. Senapan ini juga dilengkapi dengan bipod yang dapat disetel ketinggiannya.