Blogger Widgets

Kamis, 03 Maret 2022

Lirik Lagu Katyusha Russia dan Terjemahan Bahasa Indonesia

" Katyusha " adalah lagu Soviet yang populer, salah satu simbol informal dari Perang Patriotik Hebat . Komposer - Matvey Blanter , penulis lirik - Mikhail Isakovsky .

Lagu ini pertama kali dibawakan oleh Vera Krasovitskaya , Georgy Vinogradov dan Vsevolod Tyutyunnik pada 28 November 1938, dengan orkestra yang dipimpin oleh Knushevitsky . Rekaman pertama dari lagu yang dibawakan oleh Valentina Batishcheva dibuat pada tahun 1939 . Kemudian, lagu itu dibawakan oleh Lydia Ruslanova , Georgy Vinogradov , Eduard Khil , Anna German , Dmitry Hvorostovsky dan penyanyi lainnya. 


 

Menurut jajak pendapat 2015 oleh majalah " Reporter Rusia ", teks "Katyusha" menempati urutan ke-13 di antara baris puisi paling populer di Rusia, termasuk, antara lain, klasik Rusia dan dunia .

Di desa Vskhody, wilayah Ugransky (tidak jauh dari desa Glotovka  , tempat kelahiran M. Isakovsky), di Rumah Budaya, ada museum lagu "Katyusha". 

Senin, 15 Mei 2017

VIRUS RANSOMWARE WANNA CRY

 

Sejak kemarin banyak orang yang heboh membahas soal Virus Wanna Cry. Bagaimana tidak, kabarnya tak kurang dari 99 negara di seluruh dunia yang kini sudah terjangkit ransomware bernama Virus Wanna Cry. Di Indonesia beberapa rumah sakit pun kesulitan membuka akses data mereka di komputer lantaran sudah terkena virus yang disebut-sebut sebagai “Terorisme Cyber”.Ribuan komputer di dunia diserang virus yang menuntut tebusan.

Rabu, 26 April 2017

PM2-V2 Kal. 9 mm


PM 2 PINDAD adalah senapan mesin versi militer. PM2 beroperasi menggunakan prinsip blow back. Laras ditempa dengan palu dingin dan permukaan halus, sumbu yang rendah mengakibatkan flip kurang moncong dan membantu kedua tembakan ganda yaitu kecepatan dan akurasi.

Selasa, 28 Februari 2017

Kunjungan Raja Arab Saudi Ke Indonesia



Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al- Saud, akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada 1-9 Maret 2017. Tak tanggung-tanggung, pemimpin Arab Saudi tersebut membawa rombongan dengan jumlah yang cukup besar, yakni kurang lebih 1.500 orang yang di antaranya 10 menteri dan 25 pangeran.

Kunjungan kenegaraan pertama Arab Saudi setelah 47 tahun yang lalu ini menunjukan bahwa negeri minyak tersebut tengah membutuhkan peningkatan kerja sama dengan Indonesia. Menurut pengamat hubungan internasional Alex Jemadu, lawatan kenegaraan ini menjadi momen penting baik bagi Arab maupun Indonesia.